Akhirnya, setelah menunggu sekian lama di rumah sakit, aku bisa pulang juga. Anehnya, semua membawaku ke rumah orangtuaku. Padahal, aku masih memiliki rumah yang jelas-jelas menjadi tempat tinggalku dan Mas Irwan selama ini. "Kenapa nggak pulang ke rumah kita aja Mas?" tanyaku. Mas Irwan menoleh, ia yang memang selalu ada di sampingku itu selalu tersenyum ramah menyambutku. "Kan kamu udah lama di rumah sakit, rumah kotor nggak ada yang bersihin. Nanti biar aku suruh orang buat bersih-bersih dulu ya," jawab Mas Irwan. Benar juga apa yang di katakan oleh Mas Irwan. Pasti keadaan rumah sangat kacau, setelah aku terbaring lemah di rumah sakit. Setelah sampai di rumah, ibu dan ayah menyambut di halaman depan. Sementara, Alfi tengah berdiri bersama Laura, putriku. Ibu memelukku dengan san

