Pening seketika mendera kepala Thalia saat perlahan-lahan kesadarannya mulai merangkak naik. Kelopak mata yang terasa berat, bergetar-getar samar dan detik berikutnya terbuka segaris. Pandangannya bergoyang-goyang saat itu juga, sulit menemukan titik fokus. Sampai-sampai memperparah pusing di kepala. Kembali ia pejamkan mata, lalu membukanya lagi. Terus begitu sampai titik fokusnya datang. Thalia kemudian mengedarkan bola mata ke sekitar. Memindai tempat di mana ia berada. Asing, adalah satu kata yang langsung datang ke pikirannya. Ruangan sempit itu begitu gelap, hanya mengandalkan pencahayaan dari terobosan sinar di lubang-lubang ventilasi yang besarnya tak seberapa. Tak ada apa pun di sana, kecuali sebuah pasung yang memenjarakan kakinya serta tiang berantai yang mengikat pergelangan t

