Pemberi Luka & Obat

1207 Words

Thalia tidak benar-benar mengingat kapan tepatnya ia jatuh dalam lelap. Rasanya ia ingin mengutuk dirinya sendiri karena bias-bisanya tertidur ketika dirinya sendiri tak tahu menahu di mana dirinya berada. Akan tetapi meski begitu Thalia pun tak betul-betuk yakin apa kah dirinya tertidur atau malah jatuh pingsan. Sebab hal terakhir yang tercatut dalam ingatannya ialah nyeri yang menyerang setiap sendi tubuhnya di setiap hela napas berat yang ia embuskan berbarengan dengan harapan pertolongan dari siapa pun. Namun sayangnya harapannya itu tak kunjung mendapat sambutan hingga akhirnya alam bawah sadar menarik kesadarannya. Lalu kini kesadarannya kembali di angkat ke permukaan akibat rangsangan sengatan yang terkirim dari salah satu sudut di wajahnya. Pelan-pelan kelopak mata perempuan itu b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD