Perintah Sebenarnya

1010 Words

Kepala Thalia menunduk dalam. Sekujur tubuhnya terasa kaku serta gerah di saat bersamaan. Energi dalam tubuhnya sudah nyaris habis, ia belum sempat meminum setetes air pun semenjak di pesta kemarin lantaran terlampau sibuk meladeni jubelan tamu yang datang selayaknya segerombolan semut. Ia tak tahu sudah berapa lama dirinya berada di tempat ini, pikirannya pun kelewat kacau untuk di ajak menerka-nerka apa kah saat ini malam atau siang. Bunyi deritan engsel pintu berkarat terdengar memecah keheningan, diikuti bunyi langkah kaki pelan yang menuju pada dirinya. Sosok yang baru masuk itu mengambil posisi di sebelah Thalia. Si perempuan dapat melihat nampan makanan yang sosok itu bawa. Kemudian selanjutnya, sebuah sendok berisikan nasi serta lauk pauk di sodorkan ke depan bibir Thalia. Perempu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD