Sesosok laki-laki tampak duduk di sebuah sofa tunggal yang terdapat di dalam ruangan bernuansa suram. Ia tak memakai atasan, memamerkan pahatan-pahatan berbentuk kotak-kotak yang menghiasi perut, mirip potongan roti sobek. Ada peluh yang membanjiri tubuhnya itu, sehingga terlihat mengilap seakan baru saja di tumpahi minyak. Serta merta surai-surai agak gelap nan panjangnya, lepek basah menempeli kening. Manik biru samudranya menyorot lurus pada selembar foto yang di dalamnya memuat seorang wanita yang tengah tersenyum begitu manis kea rah kamera. Hal itu membuatnya terlihat seperti dirinya lah yang di berikan senyuman itu. Tanpa ia sadari, bibirnya turut mengulas sebuah garis lengkung tipis karenanya. Tak lama kemudian, aktivitasnya itu terinterupsi oleh bunyi ketukan di pintu. Ia menggum

