Lahirnya Dendam!

1004 Words
Dikarekan kegaduhan yang terjadi di kantin kampus itu banyak orang yang melihat akhirnya berita itu sampai kepada Presiden Mahasiswa dan juga telinga Rektor kampus tersebut. Lalu ke esokan harinya Lang Buri dan David di panggil keruang rektor, mereka dimintai penjelasan terkait kejadian kemarin. “Baik kalian berdua sudah datang, langsung saja saya ingin tanyakan kenapa kemarin kalian berkelahi?” Dosen Pembina. “Dia yang mulai duluan bu, dia langsung menyerang kami tanpa sebab!” David. “Apa betul begitu Lang Buri?” Dosen Pembina. “Sepertinya tidak mungkin ada yang berani menyerang sekelompok orang hanya karena iseng bu!” Lang Buri. “Lalu alasan kamu menyerang David dan teman-temannya apa?” Dosen Pembina. “Dia sudah dua kali berniat jahat kepada saya, dan dua kali juga dia memukuli teman saya hingga yang terakhir dia pingsan!" Lang Buri. “Tapi tidak harus dengan cara k*******n kan, bisa di bicarakan baik-baik, kalian sudah dewasa masa kalian tidak malu berkelahi seperti anak kecil saja!” Dosen Pembina. “Lebih baik seperti anak kecil lebih jujur, tapi tidak untuk pecundang seperti dia (menunjuk David)” Lang Buri. “Sudah-sudah, sekarang kamu Lang Buri masuk ke kelas lagi untuk mengikuti perkuliahan, renungi kesalahan kamu yang membuat empat orang terluka termasuk David.” Dosen Pembina. “hukuman untuk David?” Lang Buri. “Sudah itu urusan saya sekarang kamu fokus untuk mengikuti perkuliahan saja.” Dosen Pembina. *Lang Buri pun langsung meninggalkan ruangan. “Lohhh bu kenapa dia gak di hukum?” David. “Sudah jelas-jelas kamu yang salah, segini aja harusnya kamu sudah bersyukur ibu tolongin!” Dosen Pembina. “Ya dia harusnya di hukum berat lah bu!, apa ibu mau saya laporin ke ayah saya?” David. “Silahkan saja!, ini juga perintah dari ayahmu!” Dosen Pembina. *Ternyata ayah David adalah Rektor kampus disitu, tapi David kebingungan kenapa ayahnya tidak membelanya. David pun langsung pergi ke tempat ayahnya, dia penasaran mengapa ayahnya tidak menjatuhkan hukuman kepada Lang Buri, padahal biasanya ayahnya selalu membelanya mau dia salah ataupun benar. Sesampainya di tempat ayahnya David langsung duduk dengan muka kesal. “Ayah kenapa tidak menghukum anak itu?, jelas-jelas David dibikin bonyok” David. “Yaa itu salah kamu cari gara-gara terus, lagian malu-maluin kamu sama temen kamu kalah sama satu orang!” Ayahnya. “Iya gimana lagi yah dia jago kelahinya, tapi kenapa sekarang aku gak di bela, minimal hukum lah dia” David. “Bukannya kamu bebas dari hukuman itu sudah pembelaan dari ayah?, malu ayah harus belain terus kamu yang salah, belajar jadi dewasa sedikit jangan pengen dimanja terus kamu!” Ayahnya. “Iya maap!” David. “Pokonya jangan kamu memanfaatkan lagi jabatan ayah disini, sekali lagi kamu buat onar ayah bakalan hukum kamu seberat-beratnya, ini dunia mahasiswa beda dengan kamu saat sekolah!, elektabilitas ayah di pertaruhkan jika harus terus membela kamu dalam kesalahan.” Ayahnya. “Iya sekarang aku mengerti” David. “Dan satu hal yang harus kamu ingat jangan lagi kamu cari gara-gara dengannya!” Ayahnya. *Alih-alih ingin mengadu kepada ayahnya namun David malah diberi ceramah oleh ayahnya, akan tetapi perkataan ayahnya itu tidak di dengar olehnya, dia belum sadar juga malah semakin menjadi kedengkiannya terhadap Lang Buri. Sorot matanya menunjukan bahwa dia akan melakukan sesuatu hal yang lebih jahat dari sebelumnya. Perkuliahan dihari itu selesai, Lang Buri pun bersiap untuk pergi, saat Lang Buri melihat ke arah gerbang dia melihat Difa sedang berjalan dengan pelan-pelan sekali mungkin bekas pukulan dari teman-teman David masih terasa olehnya. Lang Buri pun berniat untuk mengantarkannya pulang, dia langsung menghampiri Difa. “Dif mau pulang bareng?” Lang Buri. “Emang gak papa?” Difa. “gak papa, tapi nyimpang sebentar ke tempat latihanku ya” Lang Buri. “Oh jadi kamu pulang ngampus suka buru-buru itu mau ke tempat latihan?, emang latihan apa kamu Lang?” Difa. “Nanti juga kamu tau kok!” Lang Buri. “Oh iya ngomong-ngomong kemarin katanya kamu berantem sama David?” Difa. “Iya, kenapa kamu gak bilang kalo di pukulin David sama temannya?” Lang Buri. “Ya daripada nambah masalah kan, lagian dia ayahnya rektor kampus kita, nanti berabe pasti urusannya!” Difa. “masa bodoh dif, salah ya salah!” Lang Buri. “iya sih bener, tapi kan kadang suka bersikap seenaknya juga, kemarin kamu dipanggil pihak kampus kan? Dihukum engga kamu?” Difa. “Cuma di ceramahin sedikit.” Lang Buri. “Oh begitu toh, syukur kalo gitu.” Difa. Saat sudah sampai di tempat, Difa kaget karena ternyata di depannya adalah tempat untuk berlatih tinju. “Oh jadi kamu setiap hari berlatih tinju Lang?” Difa. “Engga setiap hari sih kesini, soalnya aku ikut beberapa pelatihan.” Lang Buri. “Loh buat apa kamu ikut banyak-banyak latihan beladiri?” Difa. “Ya daripada engga ada kerjaan kan.” Lang Buri. Disana Difa juga dipaksa untuk mencoba ikut latihan, akhirnya mereka pun latihan bersama dengan suka ria, Lang Buri seperti memiliki tempat latihan khusus yang dimana hanya dia yang berlatih disitu, sesekali pelatihya datang untuk memberikan intruksi apa yang harus di lakukan olehnya. Setelah beberapa jam melakukan latihan mereka pun memutuskan untuk beristirahat, dan membeli membeli minum keluar. Diwarung kecil mereka duduk untuk istirahat sejenak sambil menghilangkan dahaga hausnya. “Lang kalau nanti sudah lulus kuliah kamu mau ngapain?” Difa. “Baru aja masuk udah mikirin lulus mau ngapain!” Lang Buri. “Ya gak papa kan, kita harus buat mimpi untuk nanti bisa di wujudin” Difa. “Mimpi yah, mungkin aku salah satu orang yang tidak berhak memiliki mimpi.” Lang Buri. “Setiap orang berhak memiliki mimpi, meskipun tidak semua mimpi bisa menjadi kenyataan, namun karena mimpi banyak orang yang lemah menjadi kuat, dan orang memiliki mimpi pasti akan menghargai setiap proses termasuk proses orang lain.” Difa. “menurutku yang bisa menghargai proses orang lain dalam menggapai mimpinya tidak terlalu banyak, sisanya lebih suka menunggu di garis finish.” Lang Buri. Mereka pun bergegas untuk pulang karena langit yang mulai gelap, dan karena besok memang harus pagi-pagi sekali datang kekampus.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD