Tak terasa 2 Minggu sudah para relawan medis berada di desa Cadasmaya, para TNI juga sudah menyelesaikan tugasnya membantu para warga membersihkan puing puing yang berantakan, rencananya dalam kurun waktu 3bulan kedepan pemerintah akan memberikan bantuan berupa pembangunan rumah rumah warga yang terdampak banjir bandang, hari ini adalah hari terakhir bagi para relawan medis bertugas di desa Cadasmaya ini, kini mereka sedang menikmati makan malam sambil pesta barbeque dengan api unggun di hadapan mereka, para relawan medis laki laki semua sudah berkumpul dengan jaket tebal dan topi kupluk yang menutupi telinga menambah kegagahan dari para dokter muda itu, Kenji, Andra, Adnan, Arjuna, dan Reyhan duduk berdampingan sambil memainkan gitar dan beberapa alat musik alakadarnya yang terbuat dari botol galon, kaleng bekas dan lainnya, mereka semua bernyanyi dengan semangat, seolah ingin melepas segala lelah yang beberapa hari ini menggelayuti mereka, saat bernyanyi riang gembira para rekan medis wanita pun datang menghampiri bergabung dengan para relawan medis laki laki lainnya, Maria, Anita, Talita, Sandara, dan juga Alisa mereka yang memang hanya berlima ikut bergabung dengan membawa beberapa minuman kaleng untuk di bagikan ke teman teman yang lainnya.
Andra tersenyum melihat ke arah Kenji penuh arti, Kenji hanya memutar bola matanya malas karena tau sahabatnya ini berniat menggodanya, "Lo ga usah godain gue Ndra kalau Lo mau buat Lo aja noh"
"cekk Lo udah kaya barang aja Lo kasih kasih ke gue, lagian ya gue ga mau sama cewek yang satu profesi sama gue, gue itu maunya sama cewek yang biasa aja biar dia bisa fokus ngurusin anak anak gue kelak"
" dih Lo ngomong kejauhan Ndra udah ngomongin anak segala, calon aja belum ada"
" ah elah Ken jaman sekarang mah kalo mau dapet anak bisa instan ko ga usah lama lama, entar gue DP aja dulu biar cepet"
"iya Lo bener banget Ndra, dan bisa seinstan Lo masuk neraka juga" jawab Kenji sarkas
"hahahaha Lo bisa aja, ga sia sia Lo jadi anak bunda Lo hahahaa" Andra tertawa puas berhasil menggoda Kenji, Andra tau kalo Kenji paling anti s*x before marriage.
"kalo gue sampe tau Lo ngerusak anak orang gue ga mau Deket dekat Lo lagi"
"siapa yang mau ngerusak malah gue bikin enak" Andra masih terus menggoda Kenji dengan senyum menyebalkan
"sialaaann Lo" Kenji melemparkan kaleng bekas minum ke arah Andra yang berhasil di tangkis sambil terbahak bahak, dan itu semua tidak luput dari penglihatan Maria, Dari sejak dia datang matanya tidak lepas dari Kenji orang yang begitu menghindarinya tapi begitu ia cintai, Apa yang Maria lihat adalah betapa Kenji bisa begitu bahagia berada bersama teman teman pria nya, apa benar gosip selama ini yang bilang kalo Kenji adalah gay? kalo pun iya maka gue pastikan Kenji akan bisa kembali menyukai perempuan, gue akan pancing kelelakiannya agar bisa tegang saat bersama gue, batin Maria sambil tersenyum penuh arti.
pagi hari ini semua para relawan menyempatkan diri untuk berjalan jalan pagi di desa Cadasmaya menikmati indahnya pagi dengan kicauan burung yang mengiringi, ke 15 relawan pria ini berjalan menyusuri jalan setapak penuh bebatuan menuju sungai yang ada di desa tersebut, mereka ingin menikmati indahnya alam asri sebelum kembali ke padatnya kota Bandung dan kesibukan pekerjaan di rumah sakit.
sepulang dari sungai, kini semua telah bersiap siap untuk kembali ke kota asal mereka semua di kota Bandung, bapak kepala desa dan beberapa warga lainnya melepas kepergian para relawan medis dengan mengucapkan banyak banyak terimakasih.
Kenji telah siap dengan koper dan tas ransel hitam yang ada di punggung nya dengan mengenakan celana jeans pudar jaket kulit,tutup kepala dan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya, membuat melting siapa saja yang melihatnya, Kenji telah siap untuk kembali ke kehidupan semula.
para relawan medis semua naik angkutan yang disediakan pemerintah desa untuk mengantarkan mereka semua ke bandara.
saat menaiki mobil Kenji tiba tiba teringat sesuatu, dia menoleh ke arah Andra sahabatnya " Ndra gue kelupaan sesuatu kalian jalan aja dulu ya ntar gue nyusul, gue cuma bentar ko ucap Kenji sambil menepuk bahu Andra, " Lo jangan macem macem Ken, Lo mau kita ketinggalan pesawat?"
"gue bentaran doank ko ntr gue nyusul Lo semua duluan aja ya" ucap Kenji sambil turun dari mobil angkutan yang akan membawa mereka ke bandara.
"awas Lo ya kalo ga balik balik gue tinggal Lo" ancam Andra.
" cekk iya iya, bawel Lo udah kaya emak emak pms"
Andra hanya mengacungkan tinjuannya menanggapi ocehan Kenji sambil melotot, Kenji hanya terkekeh melihat kekonyolan sahabatnya.
mobil pun berjalan menuju bandara, Kenji melangkahkan kakinya menaiki tebing yang biasa dia datangi untuk mencari sinyal provider, entah kenapa dia ingin sekali melihat gadis dekil itu untuk terahir kalinya sebelum dia pulang, Kenji mengedarkan pandangannya mencari sosok gadis dekil yang biasa tidur sepanjang hari sambil memeluk tanah kuburan, apa hari ini dia tidak kesini? batinnya bertanya tanya, ya ampun Ken Lo ngapain sih pake acara pengen liat tu gadis dekil segala, batinnya lagi kembali menggerutu, 10 menit sudah berlalu Kenji tidak menemukan apa yang dia cari, ahirnya dia memutuskan untuk langsung menyusul teman temannya ke bandara dengan mencari tukang ojek pangkalan agar bisa lebih cepat sampai ke bandara, penerbangan nya masih sekitar 2 jam lagi jadi dia tidak terlalu buru buru, Kenji berjalan menyusuri jalan setapak, kenapa hati gue rasanya ada Yang aneh ya, gue ko merasa kehilangan sesuatu padahal gue ga kehilangan apa apa, batinnya terus merancau.
setelah berjalan beberapa saat terdengar suara suara kerasak kerusuk dari balik semak, apa ada binatang buas disini? batin Kenji terus bertanya tanya sambil bersikap waspada kalau kalau apa yang di pikirannya benar maka dia bisa segera antisipasi, Kenji segera melangkahkan kakinya untuk segera meninggalkan tempat itu tapi hatinya seolah menolak, batinnya mengajak Kenji untuk menghampiri suara ribut di balik semak yang cukup jauh dari rumah warga, tempat ini bahkan hampir jarang di lalui warga karena sudah hampir mendekati hutan dan masih begitu banyak binatang buas Yang ada di sana, dengan ragu Kenji melangkahkan kakinya menuju semak yang makin terdengar jelas suara ribut di baliknya, Kenji mengedarkan pandangannya mencari kayu atau apapun yang bisa di pakai untuk senjata kalau kalau binatang buas yang menyerangnya, mata Kenji tertuju pada sebatang kayu seukuran betis orang dewasa dengan panjang sekitar 70cm, Kenji mengambil kayu tersebut dengan tangan kanannya kemudian dia mengendap endap mendekati semak, semakin Kenji dekat semakin dia mendengar suara manusia yang sedang berkelahi apa ada orang yang lagi berkelahi di pinggir hutan begini? atau jangan jangan ada manusia yang lagi di serang hewan buas? tanyanya sambil memegang batang kayu dengan erat.
Begitu Kenji mendekat matanya membulat sempurna melihat apa yang ada di hadapannya, "DASAR MANUSIA TIDAK BERADAB......." teriak Kenji sambil buk..buk..buk..buk.. Kenji terus memukuli orang yang ada di hadapannya dengan kayu yang dia bawa...
"heiii siapa Lo berani ganggu gue haahhhh ...."
dasar manusia tidak bermoral... jawab Kenji sambil terengah menahan emosi.