proses evakuasi korban cukup alot mengingat Medan yang licin dan juga terjal, setelah berhasil mengeluarkan korban ibu hamil yang terjepit reruntuhan, kini mereka di sibukan kembali dengan penemuan korban lainnya, dr Kenji memeriksa korban dengan indikasi korban masih sadar, cedera ringan ekstrimitas,dan tidak ada cedera servikal, dr.Kenji mencoba mengevakuasi sendiri karena teman sejawatnya semua sibuk mengobati pasien pasien korban banjir bandang yang baru di ketemukan.
dr.Kenji melakukan fiksasi kepala dan kedua tangannya di gunakan untuk memegang bahu korban kemudian mengangkatnya hingga posisi duduk menyilangkan tangan korban di depan d**a yang kemudian dr.Kenji berusaha mengangkat korban hingga posisi berdiri dan melingkarkan salah satu tangan korban di lehernya dengan membiarkan satu kaki korban yang terluka menginjak kaki Kenji agar lebih mudah untuk berjalan.
sesampainya di tenda pos kesehatan Kenji membaringkan korban di salah satu tempat yang di sediakan, dr.Reyhan tolong anda tangani pasien ini! Kenji memerintahkan salah satu teman dokternya untuk menangani korban yang baru saja ia bawa, baik Dok, Reyhan menghampiri dengan membawa peralatan medisnya.
setelah seharian ini Kenji dan teman teman lainnya bekerja keras dalam mengobati para korban kini mereka semua bisa beristirahat, setelah membersihkan diri Kenji pergi keluar dengan membawa ponselnya, mau kemana Ken? tanya Andra,
"gue mau ke tebing nyari sinyal mau telfon nyokap, dia pasti khawatir kalo lama gue ga kasih kabar"
"owh oke, kalo gitu gue makan duluan ya"
"sipp" Kenji berjalan menuju tebing.
hari sudah hampir magrib jam 17.30 suasana senja yang sungguh sangat memanjakan mata semburat orange yang menghiasi langit Cadasmaya di iringi burung beterbangan yang hendak pulang ke sarangnya, angin yang bertiup seolah membelai setiap lembar daun daun yang saling melambai menambah rasa sejuk bagi siapa saja yang memandangnya, saat menikmati indahnya senja lagi lagi mata Kenji melihat sosok gadis yang tempo hari dia temui, gadis kurus dengan rambut gimbal itu sedang duduk di samping kuburan yang sama dengan yang kemaren Kenji lihat, lama Kenji memperhatikan hingga tiba tiba gadis itu menoleh ke arahnya, Kenji melihat sorot mata ketakutan dan tubuhnya gemetar, gadis itu lari dengan tanpa alas kaki meninggalkan tempat dimana dia selalu menghabiskan waktu sepanjang waktu selama ini, Kenji menatap gadis itu hingga hilang di telan kegelapan.
- "hallo assalamualaikum bunda"
- " waalaikumussalam nak gimana kabarnya disana? kenapa lama sekali tidak menghubungi Bunda? kenapa setiap Bunda hubungi selalu ga bisa?"
- " heheee satu satu donk Bun kalo nanya jangan borongan gitu"
-. " habisnya kami susah sekali Bunda hubungi, Bunda kan khawatir nak..."
- " iya Bunda iya, Kenji minta maaf soalnya disini sinyalnya susah Bun ini aja Kenji harus naik ke atas tebing dulu baru bisa hubungi Bunda"
- " ya sudah gapapa yang penting kamu baik baik saja"
- " ya sudah Kenji tutup dulu ya Bun udah mau magrib Kenji harus balik ke tenda"
- " ya sudah hati hati ya nak.... assalamualaikum"
- " iya Bun, waalaikumussalam"
selepas sholat isya Kenji berjalan menuju tempat persediaan makanan yang khusus untuk para tenaga medis, Kenji mengambil satu porsi makanannya dan membawanya ke luar tenda ia ingin makan sambil menikmati keindahan alam yang masih asri,cuaca yang memang sangat dingin membuat ia harus mengenakan jaket tebalnya agar tidak terjadi hipotermia, saat malam hari seperti ini suhunya bisa mencapai 5°C, kebayangkan gimana dinginnya jika tidak mengenakan jaket tebal? hmm dingin dingin empuk haha...
Kenji duduk di salah satu batang pohon yang terlentang sambil menikmati makan malamnya.
"Kenji kamu disini? Maria datang menghampiri duduk di samping Kenji yang sedang menikmati makan malamnya, " aku dari tadi nyariin kamu"
"memang ada apa kamu cari saya?" ucap Kenji datar sambil meneguk minumannya setelah menyelesaikan makan malamnya.
Maria tersenyum semanis mungkin sambil memeluk tubuhnya sendiri karena memang dia tidak mengenakan jaket sama sekali, dia hanya mengenakan dress selutut berwana putih tanpa lengan, tujuannya ya tentu saja ia ingin terlihat cantik di mata kenji meskipun harus menahan rasa dingin yang menusuk hingga ketulang.
"aku kangen sama kamu Ken"
"saya bukan siapa siapa kamu, kenapa kamu harus kangen saya?"
"sampai kapan kamu siksa aku kaya gini Ken? aku itu suka sama kamu kenapa kamu selalu mengacuhkan aku Ken?" Maria mulai frustasi kehilangan kesabaran nya karena selalu di acuhkan Kenji.
"kamu itu menyiksa dirimu sendiri Maria, kamu terus saja mengejar saya yang tidak punya perasaan apa apa sama kamu, masalah hati itu tidak bisa di paksakan, kenapa kamu tidak mencari orang lain yang mau menyukaimu dari pada buang buang waktu untuk saya?"
tes..tes..tes.. air mata Maria tak bisa di tahan lagi dia menangis di hadapan Kenji orang yang sangat ia cintai selama ini.
"tapi aku cinta sama kamu Ken bukan sama yang lain, beri aku kesempatan untuk meraih cintamu Ken" Maria merendahkan dirinya di hadapan Kenji dia tidak peduli lagi dengan harga diri yang dia tau dia hanya mau Kenji membalas cintanya tak perduli dengan cara apapun.
"kamu itu orang yang berpendidikan Maria jangan merendahkan dirimu hanya untuk orang seperti saya"
"aku ga peduli Ken, aku cinta sama kamu Ken, pokonya aku hanya mau kamu bukan yang lain" Maria mendekatkan dirinya berusaha memeluk Kenji
"Ken aku kedinginan bisakah kamu peluk aku?"
Kenji menepis tangan Maria yang akan memeluknya, dia berdiri dengan mata tajam menusuk, Kenji tidak suka tubuhnya di sentuh oleh orang yang tidak dia sukai.
"jika kamu kedinginan maka berpakaian lah yang layak, kamu itu seorang dokter tentu kau tau resiko jika tubuh terlalu dingin akan terkena hipotermia lalu kenapa kamu malah nekad berpakaian layaknya mau pergi ke klub malam?, bahkan jika kamu telanjang sekalipun di hadapan saya, saya tidak tertarik" ucap Kenji tajam.
" apa gosip yang selama ini beredar itu benar kalau kamu penyuka sesama jenis?" Maria bertanya dengan nada frustasi.
" terserah" jawab Kenji sambil meninggalkan Maria yang masih menangis akibat cintanya yang tidak pernah berbalas.
Lo boleh saja sekarang nolak cinta gue Ken, tapi Lo liat aja gue bakalan bikin Lo tunduk sama gue, dengan cara apapun Ken apapun, Maria menghapus air matanya sambil tersenyum licik.
kalau gue sampai ga bisa dapetin Lo maka tidak akan ada perempuan di dunia ini yang bisa dapetin Lo juga, Lo itu hanya milik gue, Lo tunggu aja Ken.
Maria berjalan menuju tenda khusus para medis wanita.