BMSPH Bab 2

1045 Words
suasana pagi nan cerah di desa Cadasmaya di salah satu kaki gunung yang ada di Indonesia, hari ini para dokter sukarelawan mulai sibuk menangani para korban bencana alam banjir bandang yang terjadi kemarin, dr.Kenji beserta beberapa teman sejawat nya terlihat sangat sibuk karena begitu banyak korban luka luka akibat bencana alam tanah longsor yang hampir meratakan satu desa itu. dr.Kenji sebagai ketua tim dalam tenaga medis sukarelawan saat ini dia yang bertanggung jawab atas ketersediaan obat obatan yang di butuhkan selama di daerah bencana, dr.Kenji di bantu dengan dr.Andra Arkadian dan juga dr.Maria Andini mengecek ketersediaan obat mengingat banyaknya korban yang selamat namun dengan luka luka berat seperti patah tulang dan juga diare karena kurang bersihnya lingkungan pasca bencana yang menyebabkan timbul banyak penyakit. dr.Andra memberikan laporan persediaan obat yang masih tersedia, dr.Andra adalah salah satu sahabat Kenji dari masa kuliah kedokteran yang berkerja di rumah sakit yang sama juga. Ken ini obat obatan udah mulai menipis kayanya kita butuh pasokan obat obatan lagi, ucap Andra sambil menyerahkan laporan kebutuhan obat yang masih tersedia dan obat yang perlu di tambah pasokannya. -Parasetamol -obat antidiare -kapas atau kasa steril -Ethyl chloride spray -Gel heparin sodium -Amoxicilin -Amodiakuin dan Artesunat -Obat lambung -Vitamin asam folat dan suplemen -vitamin C -antihistamin dan gel pengurang gatal. oke gue hubungi pusat dulu agar segera mengirimkan logistik obat obatan dan juga peralatan kesehatan yang kita butuhkan jawab Kenji sambil merogoh ponsel di saku jasnya, yah ga ada sinyal disini Kenji sambil menggoyang goyangkan ponselnya, ah elah Ken Lo ada ada aja emang dengan di goyang goyangin tu ponsel bakalan nyangkut tuh sinyal yang kaga kaga aja Lo, ucap Andra memutar bola mata nya malas kadang sahabat nya ini saking pinter ya suka kebelinger, Kenji cuma nyengir aja sambil menggaruk alisnya, ya udah gue nyari sinyal dulu ucap Kenji sambil jalan keluar dari tenda pos kesehatan menuju tempat yang lebih tinggi. Kenji naik ke atas tebing yang lumayan tinggi agar mendapatkan sinyal, ketika sampai di puncak Kenji melihat ada seorang gadis dengan rambut gimbal, tubuh yang kotor penuh tanah dan pakaian lusuhnya dengan tubuh yang kurus kering itu dia tidur di samping kuburan sambil memeluk gundukan tanah kuburan Yang ada di sampingnya, lama Kenji memperhatikan gadis tersebut, Dilihat dari struktur garis wajahnya seperti nya dia masih belia, apa dia tidur sepanjang hari di kuburan? batinya... selesai menghubungi Rumah sakit pusat Kenji kembali menuruni tebing untuk kembali ke tenda pos kesehatan untuk membantu para korban lainnya. dr.Kenji.... dr.Maria menghampiri sambil memberikan minuman yang ada di tangannya dengan senyum yang di buat semanis mungkin, sudah bukan rahasia lagi kalau selama 3 tahun ini Maria berusaha mendekati Kenji hanya saja Kenji tidak pernah menanggapi cewek manapun yang mendekatinya, dan karena Kenji pula lah yang membuat Maria ikut menjadi relawan medis agar tetap dekat dengannya, Kenji menerima minumannya, "makasih ucapnya sambil lalu", hhuhhh Maria menghela nafasnya, kapan sih Lo mau bales cinta gue Ken?, udah 3 tahun gue berusaha deketin Lo tapi Lo seperti alergi cewek selama gue deketin, apa kurangnya gue sih Ken, gue cantik gue juga dari keturunan orang berada, kurang apa lagi gue...... batin Maria menjerit merasa lelah dengan sikap Kenji yang cuek tapi dia ga bisa mundur karena rasa cintanya sudah melebihi dari cinta pada dirinya sendiri, "mencintai sendirian itu rasanya kan menguras air laut sista cape doank cuy.. tiba tiba terdengar suara yang tidak asing lagi, dr.Anita teman sesama relawan medis yang ikut juga dalam tim medis Kenji, Lo ga usah ngeledekin gue Nita, dengan dia menerima pemberian gue aja, gue udah bahagia banget gue yakin suatu saat gue bakalan bisa taklukin tuh bongkahan gunung batu yang ada di hatinya, ucap Maria dengan penuh keyakinan, Lo ga cape ngejar ngejar dia selama 3taun ini Maria? padahal do'i sama sekali ga pernah Mandang Lo, dari pada Lo buang buang waktu mending Lo cari yang lain aja Maria, nasehat Anita yang sebenarnya merasa kasian melihat sahabatnya ini ngejar ngejar lelaki yang bahkan hanya untuk melihat nya saja tidak mau, gue udah cinta mati sama Kenji Nit, ucap Maria lesu, dia bukan ga sadar dengan sikap Kenji selama ini tapi rasa cintanya yang terlalu besar membuat dia menutup mata dan berharap suatu saat nanti Kenji mau membalas cintanya. Andra menepuk nepuk bahu sahabat nya, dia melihat Kenji lagi lagi mengacuhkan wanita yang mendekatinya, Lo kapan mau buka hati Lo buat wanita lain Ken? tanya Andra sambil mengajak Kenji duduk di kursi plastik yang ada di tenda, tentu saja Andra tau semua yang terjadi sama Kenji dan juga Intan Ardina, Andra juga lah yang menemani di saat saat Kenji kehilangan Intan dan sejak saat itu juga Kenji seolah menutup hati buat wanita manapun, nih buat Lo.. Kenji menyerahkan minuman coffe yang di berikan Maria tadi,dia tidak mau menanggapi pertanyaan sahabatnya itu, "dih itu kan minuman buat Lo masa Lo kasih gue...," cekkk ya udah kalo ga mau gue buang aja, Kenji sambil mengambil kembali minumannya dan siap untuk di lempar ke tong sampah, eh eh eh sini sini biar buat gue aja mubazir tau buang buang minuman heheeee... terlihat dari arah bawah banyak yang berlarian dan berteriak teriak, tidak sedikit pula para aparat negara yang membantu mengevakuasi para korban, Andra dan Kenji memperhatikan apa yang terjadi kemudian salah satu dari mereka datang menghampiri para dokter yang ada di tenda pos kesehatan, maaf dokter tolong kami di bawah masih ada korban yang baru di temukan dengan kondisi luka luka, oke baik kita kesana, dr.Andra, dr.Juna, dr.Adnan ayo kalian ikut gue ke TKP Kenji memerintahkan ketiga temannya untuk membantunya mengevakuasi korban... mereka semua kemudian turun dengan membawa peralatan medis yang di butuhnya berikut dengan tandu juga.. "korbannya ternyata ibu hamil Ken" Andra menatap ngeri korban yang terjepit reruntuhan bangunan, oke kita siapin segala peralatan yang di butuhkan, para tenaga medis harus bekerja sama dengan petugas TNI yang membantu evakuasi para korban agar tidak terjadi kesalahan dalam penyelamatan mengingat korban masih hidup, salah memperhitungkan saja bisa membuat nyawa korban melayang jadi harus di perhitungkan dengan benar. Kenji, Andra, Andan dan Juna bersiap mengangkat korban dengan kaki menekuk satu tumpuan dan para TNI yang akan mengangkat puing yang menjepit tubuh korban, oke dalam hitungan ke tiga tolong angkat korban sesegera mungkin ya, perintah TNI yang akan mengangkat puing dengan bantuan alat berat, oke siap ... jawab para medis serempak....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD