Malam kebersamaan di klinik berakhir juga. Arman mengantarkan ibu dan anak yang telah ia temani hampir seminggu, pulang ke rumah mereka. Ada rasa tidak rela dalam hati Arman walaupun hanya secuil. Ia sudah terlanjur menyayangi Lukman. Jagoan mungil yang mengajarkannya tentang perjuangan seorang ibu yang sesungguhnya. Maya sudah menjemput Lukman dan sedang bersama bayi itu di kamar. Leo begitu terkesima dengan kedatangan adiknya. Ia masih belum paham tapi ia tahu dari Maya kalau ia tidak boleh menyentuh adiknya karena nanti adiknya akan menangis kalau dikasari. Sementara Nanda menemani Arman duduk sebentar minum teh, disuguhkan oleh Maya. “Apa saya bisa sering ke sini untuk menjenguk Lukman? Saya janji tidak akan mengganggu kamu. Saya hanya ingin dekat dengan Lukman. Saya pasti merinduka

