Arman masuk dan memperhatikan, di dalam ruang bersalin, ada sekitar sepuluh tempat tidur dengan tiga orang pasien yang sedang berbaring. Nanda jadi pasien baru keempat, yang sedang menanti waktu melahirkan. Nanda sendiri diminta untuk mengatur pernafasannya karena dari pemeriksaan awal tadi, sudah bukaan tujuh mendekati delapan sentimeter. Makanya, Nanda diminta untuk lebih banyak berjalan demi mempermudah rongga panggul terbuka demi jalan lahir bagi si bayi dimulai dengan kepalanya. Dengan tenaga yang mulai terkuras sedikit demi sedikit, Nanda tetap bersikeras untuk dapat melahirkan dengan cara normal. Ia tidak berani dengan pisau bedah menyentuh permukaan kulitnya sehingga ia akan berjuang. Sakit anak keduanya ini kurang lebih sama dengan Leo, putera pertamanya. Rasanya luar biasa

