Maya sudah memperhitungkan dengan cepat. Taksi masih akan lama baru tiba. Kalau pun taksi yang datang, ia harus antar Nanda maka kasihan Leo. Ia pasti ditinggal sendiri di rumah karena bocah itu sudah tidur. Walaupun pasti, Nanda memilih untuk pergi sendiri dan Maya menjaga Leo. Maya letakkan kembali ponsel majikannya. Ia masuk ke dalam kamar dan rapikan benda-benda pribadi milik Nanda untuk dibawa lagi ke rumah sakit. “Sudah aku siapkan semuanya, termasuk Al Quran Kakak. Insya Allah, sebentar lagi teman Kakak akan datang menjemput.” “Terima kasih, May. Tapi, teman siapa?” “Arman. Tadi dia menelepon untuk sampaikan tentang tugas kantor. Mungkin dia aneh dengan suaraku sehingga ia tanyakan Kakak. Jadi aku jujur kalau Kakak sedang kesakitan.” “May, kamu sudah merepotkan bosku.” “Astagh

