Pekerjaan di kantor Nanda dan Arman hari ini tidak begitu ricuh. Setiap orang tenang di meja masing-masing. Belum ada antrian tamu tambahan. Semuanya sudah mereka layani dari awal. Arman telah selesai dengan semua berkas yang harus ia kaji. Begitu pula yang perlu ia tandatangani. Ia tarik laci mejanya untuk mencari cas ponselnya. Matanya menangkap ujung map kuning yang ada di dasar laci. Sekumpulan dokumen penting lengkap dengan bukti foto ada di dalam map plastik tersebut. Otomatis pikiran Arman melayang ke saat di mana ia bisa dapatkan semua informasi berharga itu. Sambil mengisi daya ponselnya, pikirannya berkelana. Satu bulan yang lalu, tepatnya satu hari sebelum Arman ambil cuti satu minggu. Arman bongkar berkas lama cari surat kontrak pernikahan antara Nanda dan Rico. Ia simpa

