Beberapa bulan berlalu hubungan Ardi dan Rani makin lengket.
Rani mulai menerima Ardi perasaannya mulai tumbuh makin merasakan sayangnya Ardi.
Hari ini hari sabtu Ardi mengajak Rani untuk bertemu dengan kedua orangtua Ardi.
Ardi mengenalkan Rani ke orangtuanya.
orangtua Ardi menyambut Rani dengan terbuka, menerima Rani, menyukai Rani karna memang selain cantik Rani juga sangat sopan dan lembut.
"Ran, mas perhatikan kamu diam saja setelah pulang dari rumah mas" tanya Ardi ketika mereka berada di dalam mobil menuju arah pulang ke rumah Rani.
"ah, eh, i-iya mas kenapa" jawab Rani kaget karna melamun.
Ardi menepikan mobilnya di pinggir jalan, untung jalanan lagi sepi.
Ardi menarik kedua tangan Rani untuk di genggam.
"Ngomong sama mas kamu kenapa? ibu ajak kamu ngobrol apa tadi" tanya Ardi.
"engga mas, ibu kamu ga ngomong apa-apa tadi, ibu Baik ko mas" jawab Rani.
"Tapi kenapa mas perhatikan kamu diam aja setelah pulang dari rumah mas" tanya Ardi lagi.
"hhmm,mas yakin mau tetap melanjutkan hubungan ini" tanya Rani.
"Loh maksud kamu apa ran" kata Ardi.
"Kita beda mas,aku pikir mas bisa dapat yang lebih dari aku" jawab Rani dengan tatapan mata yang sendu.
"Ran,please jangan begitu" pinta Ardi.
Rani hanya menghela napas lalu menunduk.
Hening seketika.
Ardi mengangkat dagu Rani untuk bisa menatap matanya.
"Mas,mohon jangan begini ya.. " pinta Ardi.
"apa pun yang terjadi keputusan mas tetap akan menikahimu." putus Ardi.
Rani hanya bisa menganggu mengiyakan.
Ardi lanjut melajukan mobilnya.
Tiba di rumah Rani mereka turun bersama dari mobil Ardi.
"Mas mau masuk dulu" tanya Rani.
"Mas langsung pulang aja ya ran,ada masalah di proyek" jawab Ardi.
"Terima kasih mas udah bawa aku bertemu orang tua mas" kata Rani.
"Sama-sama ran,smoga niatan baik mas ini selalu di lancarkan ya, sampai kita menikah" ucapan Ardi penuh harap.
"iya mas" jawab Rani singkat,Rani masih ragu dengan keputusannya ini.
Rani bingung harus bercerita apa tidak tentang masa lalunya itu.
Rani hanya bisa menunduk tidak berani untuk melihat wajad Ardi.
Ardi menggenggam tangan Rani.
Rani mendongkakan melihat ke arah Ardi.
"Mas, sayang kamu, mas cinta kamu apapun yang terjadi mas akan tetap menikahimu ran." kata Ardi sambil terus menggenggam tangan Rani.
"Mas pamit ya,titip salam buat ayah sama ibu" pamit Ardi.
"Assalamualaikum ran" kata Ardi lalu berjalan menuju mobilnya.
"waalaikum salam mas, Hati-hati" jawab Rani.
Rani masih terus menatap ke arah mobil Ardi sampai mobil itu hilang dari penglihatannya tapi Rani masih tetap berdiri di teras rumahnya sambil memandang kosong ke arah jalan.
Hatinya bergemuruh,resah yang di rasakan.
Rani hanya berharap semoga semuanya akan tetap baik-baik saja,setelah Ardi mengetahui apa yang terjadi dengannya di masa lalu.
Semoga kebahagiaan akan datang padanya sesegera mungkin.