Pagi menjelang, seperti biasa dengan rutinitas keseharian Rani lalui.
Rani sudah rapi siap untuk berangkat mengajar.
Saat di perjalanan motor Rani bertemu dengan mobil yang Ardi bawa.
"Tiiinnn.. Ardi membunyikan kelakson mobilnya".
" baru berangkat ran? "tanya Ardi.
" iya mas" jawab Rani singkat.
"duluan mas" lanjut Rani lagi sambil terus melajukan motornya.
Ardi terus mengikuti motor Rani sampai depan gerbang sekolah tempat Rani mengajar.
Sampai di sekolah Rani memarkirkan motornya di tempat biasa.
sambil berjalan menuju ruangan guru Rani terus menjawab sapaan setiap murid, Rani di kenal sebagai guru yang baik dan ramah, banyak para murid yang mengagumi Rani.
Sesampainya di ruang guru, Rani duduk di tempatnya, mengambil handphone yang terus menyala menandakan ada panggilan masuk.
"mas Ardi " gumam Rani, yah yang menelponnya adalah Ardi.
"hallo mas, ada apa" tanya Rani setelah mengangkatnya.
"Hallo Ran, sudah sampai sekolah" tanya Ardi.
"sudah mas" jawab Rani datar.
"hhmm.. jangan lupa yaa siang nanti kita jadi jalan kan? " tanya Ardi.
"i-iya mas" jawab Rani terbata.
sebenernya males banget mau pergi tapi gimana lagi, orangtuanya pasti marah kalau Rani menolaknya, batin Rani.
"ya sudah nanti mas jemput ke rumah yaa" kata Ardi.
"iya mas" jawab Rani singkat.
Rani langsung mematikan panggilannya, karna bel mengajar sudah berbunyi.
Siang hari setelah selesai mengajar Rani segera pulang ke rumahnya.
sebelum Ardi datang untuk menjemput Rani harus merapikan pekerjaan rumahnya.
Pukul 1 siang Ardi sudah datang untuk menjemput Rani.
Tok.. Tok.. Tok..
Ardi mengetuk pintu rumah Rani.
pintu rumah di buka oleh ibunya Rani.
"eh nak Ardi sudah datang?" kata ibu Rani.
"iya bu, Rani sudah siap bu? " tanya Ardi.
"sebentar ibu panggilkan dulu, silahkan masuk nak Ardi, ibu tinggal ke dalam dulu. " ibu Rani meninggalkan Ardi.
Ardi masuk ke dalam rumah Rani dan duduk di ruang tamu sambil menunggu Rani datang sambil memainkan handphonenya.
Tak lama sosok yang di tunggu pun datang.
Ardi seketika terpesona ketika melihat Rani, "selalu cantik" batin Ardi.
"hayuk mas, saya sudah siap" kata Rani.
"eh, hhmm.. ayok. " jawab Ardi sedikit gugup karna sedikit kaget mendengar suara Rani.
Rani berjalan ke luar rumah di belakangnya ada Ardi yang mengikuti.
tiba di samping mobil, Ardi membukakan pintu mobil untuk Rani.
Mobil mulai berjalan meninggalkan rumah Rani.
Di perjalanan hanya ada hening, Rani diam dengan pemikirannya, sedangkan Ardi fokus menyetir.
"ini kita mau ke mana yaa mas? " tanya Rani untuk mengusir keheningan.
"hhmm, kita mau ke suatu tempat,nanti juga kamu tau" jawab Ardi sambil tersenyum melihat Rani.
Mobil Ardi mulai memasuki kawasan pantai yang indah, lalu Ardi memarkirkan mobilnya.
Ardi menuntun Rani turun dari mobilnya dan mengajaknya untuk memasuki kawasan pantai itu.
Rani terkejut takjub dengan apa yang dia lihat di depannya.
Rani menoleh ke Ardi "mas,ini maksudnya apa, mas yang menyiapkan ini semua? " tanya Rani.
"iya saya sengaja menyiapkan ini semua untukmu Rani" jawab Ardi.
Ardi menuntun Rani untuk duduk di atas karpet yang sudah di siapkan Ardi, di sana juga sudah tersedia minuman dan beberapa snak untuk menemani mereka.
"Ran" tanya Ardi.
"i-iya mas" jawab Rani sedikit gugup.
"kamu tau,aku sengaja menyiapkan ini smua untukmu" kata Ardi.
"mmm.. maksudnya mas" jawab Rani.
"Aku mau di momen yang special ini bisa buat kamu berkesan ran. " jawab Ardi.
lalu Ardi menggenggam kedua tangan Rani.
"Ran, sebenarnya aku ingin mengungkapkan ini dari dulu, tapi aku tahan karna menunggu momen yang pas" Ardi mulai berbicara apa yang selama ini dia pendam sendiri.
"bicara apa mas" jawab Rani.
" aku sayang sama kamu ran, aku cinta kamu, aku mau kita ada hubungan lebih dari seorang teman,aku mau kita berpacaran ran,aku mau nikahin kamu. "
kata Ardi.
Rani tersentang kaget dengan apa yang Ardi ucapkan.
"hhmm mas yakin dengan perasaan itu mas? " tanya Rani.
"sangat yakin Rani. " jawab Ardi.
"aku menunggu jawabanmu ran. " kata Ardi lagi.
"A-aku bingung mas mau menjawab apa, mas terlalu baik buat aku, mas juga belum tau mengenal aku dan masa lalu aku. " jawab Rani gugup.
"mas ga peduli tentang masa lalu kamu ran, mas juga bukan yang sempurna" seru Ardi.
Rani hanya menghela napas atas jawaban Ardi tadi.
Hening hanya ada suara deburan ombang yang menabrak batu karang.
Rani dan Ardi asik dengan pikiran masing-masing.
Ardi kembali meraih tangan Rani setelah tadi di lepaskan Rani.
"Ran, please jawab aku" mohon Ardi.
Rani hanya menundukan kepalanya.
Rani akui, Rani juga mulai sedikit ada rasa sama Ardi, tapi kenyataan di masa lalu yang menbuat Rani bingung harus menjawab apa.
apakah Ardi akan menerima Rani apa pun kondisi dari Rani di masa lalu, itulah yang selalu menjadi pikiran Rani.
Ardi mengusap punggung tangan Rani dengan ibu jarinya.
"Ran, tatap aku, lihat mata aku" seru Ardi.
Rani mendongkakan kepalanya, di saat yang sama mata mereka bertemu sesaat sebelum Rani memalingka tatapannya ke arah lain.
"Mas, saya bukan wanita sempurna, mas bisa dapatkan wanita yang lebih dari saya mas. " jawab Rani. air matanya sudah tidak di tahan lagi.
Rani menangis sambil menundukan kepalanya.
Ardi mengangkat dagu Rani
"Ran, apa pun itu kamu tetap wanita sempurna di mataku, sudahku bilang aku engga peduli soal masa lalu kamu, aku suka kamu di masa saat ini ran. " kata Ardi.
"Please kita mulai dari nol yaa ran, aku mau kamu jadi kekasihku,kita saling kenal lebih dekat, aku mau kita menikah ran" seru Ardi lagi.
Rani hanya menganggukan kepalanya, bingung harus menjawab apa, Ardi tetap keukeuh dengan pendiriannya.
"kamu mau ran. " seru Ardi yang melihat anggukan dari Rani.
Rani menganggukan lagi kepalanya.
Ardi menarik Rani kedalam pelukannya.
"Terimakasih ran, aku bahagia, aku janji akan setia, aku janji akan buat kamu selalu bahagia" seru Ardi sambil terus memeluk Rani.
Ardi bahagia, Ardi merasa bahagia karna Rani mau menerimanya.
menikmati sunset sambil memakan snak yang Ardi persiapkan tadi, mereka menikmati momen jadian itu.
Ardi membawa Rani makan di restoran sekitar pantai.
Ardi selalu menggenggam tangan Rani tidak di lepasnya sedikitpun.
mereka makan dengan menu makanan laut yang tersedia.
Pukul 9 malam mobil yang Ardi bawa telah sampai di rumah Rani, Ardi turun dari mobil untuk membukakan pintu mobil untuk Rani.
"Terimakasih mas" ucap Rani.
"Sama-sama" jawab Ardi.
mereka berdua sama-sama memasuki rumah Rani.
"Assalamualaikum" seru Ardi dan Rani.
"Wa'alaikumsalam" jawab ibu dan ayah Rani dari dalam.
"eh kalian sudah pulang" tanya ibu Ardi.
"iya bu" jawab Ardi sambil tersenyum, senyum bahagian..
ibu Rani sempat aneh melihat raut wajah bahagia Ardi, "wajah nak Ardi seperti sedang bahagia nih di lihatnya" seru ibu Rani.
Ardi menggaruk punggung kepalanya yang tidak gatal karna salah tingkah atas pertanyaan ibunya Rani.
"hhmm gini bu, saya dan Rani sudah memutuskan untuk mulai mengenal satu sama lain lebih dekat lagi bu,mohon restunya bu untuk hubungan kita ini" jawab Ardi dengan wajah merona.
"oh alhamdulillah, ibu seneng dengernya, semoga kalian langgeng sampai menikah nantinya yaa, ibu hanya bisa mendo'akan yang baik, jaga diri masing-masing yaa,ibu titip Rania nak Ardi " jawab ibu Rani.
"iya bu pasti saya menjaga Rani, Do'a kan smoga secepatnya saya bisa melamar Rani bu" jawab Ardi.
"Aamiin nak" seru ibu Rani.
"eh sampai lupa nawarin minum ini ibu sangking bahagianya denger kabar dari kalian" seru ibu Rani.
"tidak usah repot-repot bu saya ga bisa lama bu, sudah malam, besok Rani masih mengajar, saya juga harus kerja" kata Ardi.
"saya langsung pamit yaa bu" seru Ardi sambil mencium tangan ibu Rani.
"salam sama bapak ya bu" kata Ardi.
Rani yang dari tadi hanya diam menyimak Ardi dan ibunya ngobrol ikut mengantarkan Ardi untuk pulang.
"Mas pulang yaa ran" kata Ardi.
"iya mas hati-hati di jalan, makasih untuk hari ini" kata Rani.
"Mas yang harunya ngucapin terimakasih ran, akhirnya kamu mau menerima mas" jawab Ardi.
Ardi memasuki mobilnya dan mulai menjalankannya menjauhi rumah Rani.
Rani hanya bisa menghela napas untuk mengurangi sesak yang di rasanya.
"Semoga ini keputusan yang baik" batin Rani.
Rani memasuki rumah dan berlalu masuk ke dalam kamarnya, merebahkan badannya, merilekskan pikirannya yang sangat kacau ini.