Chapter 2

992 Words

Janji palsu yang kamu suarakan membuat aku tersakiti   Dera membuka pintu itu lagi, dan semua masih dalam keadaan yang sama. Ranjang yang ternyata rapi juga makanan yang masih tak tersentuh tangan. Adiknya lagi-lagi mengabaikan perintahnya. Bukan maksud hatinya juga memaksa adiknya menurut tapi melihat keadaan adiknya sekarang jelas semua harus ia paksakan. Suara keran air berhenti dan tak lama sang adik keluar dari sana, terlihat lesu walau kepala serta tubuhnya telah terjamah dengan air. "Kamu tidak menyentuh makananmu lagi?" Dera bertanya dengan nada marah. Merasa jengkel entah oleh apa tapi bukan karena adiknya. Mungkin takdir yang telah merenggut pemilik hati adiknya? "Nanti Kak. Aku harus berangkat sekarang." Dea berucap datar. Tahu kalau Dera tak akan puas dengan ucapan yang i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD