24. Vando itu ...

1077 Words

"Kamu udah pulang, Sayang?" tanya Santy saat Erlan, anaknya memasuki rumah. Erlan tak menjawab. Ia hanya mengangguk tanpa menghentikan langkahnya menuju kamar. Santy sendiri menatap bingung punggung anaknya yang menjauh itu. Tak biasanya Erlan pulang dengan wajah kusut seperti itu. Satu-satunya yang bisa membuat Erlan seperti itu adalah Arin, kekasih anaknya. Santy tersentak saat Erlan menutup pintu kamar dengar kencang. Pasti ada yang tidak beres, batin Santy. Tapi apa? Masa Erlan dan Arin putus? Oh, itu sangat tidak mungkin, tapi itu bisa saja mungkin terjadi, tapi masa iya? Santy pun beranjak dari sofa. Ia harus menemui Ara, mommy pacar anaknya yang tinggal tepat di sebelah rumahnya. Ia ingin bertanya, apa yang sebenarnya terjadi, karena akan sangat percuma bila ia bertanya pada Erlan.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD