Prank ...
Syifa melempar gelas tepat mengenai tubuh Ryan hingga akhirnya jatuh dan pecah di lantai, hal itu membuat Athar, Ryan, dan Sherly terkejut.
"Pembohong, pengkhianat, keterlaluan kamu, Mas!" teriak Syifa.
Ryan terdiam menatap sang istri yang berjalan perlahan dengan membawa berkas informasi kearahnya. Tatapan Syifa terlihat sangat marah, tidak pernah Ryan melihat tatapan seperti itu dari sang istri sebelumnya.
"Kamu bilang menikahi Sherly karena terpaksa, karena permintaan mama. Nyatanya kamu sudah berselingkuh dengan jalang itu selama setahun di belakangku!" ucap Syifa dengan bibir bergetar.
"Syifa, kamu pasti mendengar semua ini dari Athar. Itu semua tidak benar, dia memfitnahku agar kamu benci padaku karena sejak dulu dia tidak suka dengan hubungan kita," ucap Ryan mencoba mengelak.
"Fitnah katamu? Lalu tentang kamu yang membayar kontrakan Sherly tiap bulan, mengajak dia liburan tiap bulan, dan mentransfer uang ke rekeningnya setiap bulan pakai uang toko juga fitnah?" ucap Syifa seraya memukul d**a Ryan dengan berkas di tangannya.
Ryan menelan saliva nya, selama ini Syifa tak pernah mengecek keuangan toko. Wanita itu mempercayakan semuanya kepada sang suami setelah toko itu dikelola oleh suaminya, sehingga Ryan dengan bebasnya menggunakan uang untuk membiayai kehidupan selingkuhannya.
Siapa sangka semua kebusukan Ryan dibongkar oleh Athar melalui bukti-bukti yang dikumpulkan oleh orang suruhan Athar, dengan kemampuan IT yang dimiliki orang suruhan Athar mencetak mutasi rekening milik toko furniture.
"Benar kata Athar, aku terlalu bodoh mempercayakan semuanya padamu, Mas. Pernikahan kita baru seumur jagung, tapi kamu sudah membohongiku selama setahun. Sebenarnya apa arti diriku di hatimu, Mas?" tanya Syifa dengan derai air mata.
Badai besar yang datang dalam rumah tangganya tak memberi tanda-tanda apapun, sehingga Syifa tidak menyangka jika sang suami melakukan hal tersebut di belakangnya. Ia pikir ujian rumah tangganya hanya datang dari sang mertua, selain itu semua baik-baik saja. Namun, ternyata selama ini Ryan menyimpan rahasia yang begitu besar dan menyakitkan untuk Syifa.
Ryan tak diberi kesempatan untuk berbicara, Syifa masih terus berbicara mengeluarkan segala kekesalan dalam hatinya kepada sang suami juga pada wanita yang kini menjadi madu.
"Apa kurangnya aku di matamu, Mas? Semua yang aku punya sudah kuberikan untuk kamu, tak pernah sekalipun aku mengungkit apa yang aku miliki dan apa yang tidak kamu miliki. Begitu banyak laki-laki di luar sana yang menginginkan ku, tapi aku setia hanya untuk kamu. Namun, ternyata kamu bermain api di belakangku dengan w************n itu!" ucap Syifa seraya menunjuk Sherly.
"Aku bukan w************n, harusnya kamu intropeksi diri jangan menyalahkan Mas Ryan terus. Dia selingkuh karena kamu tidak pernah mengerti kemauan dia, pertengkaran kamu dan mama yang membuat Mas Ryan pusing dan aku yang selalu ada untuk menenangkan Mas Ryan!" ucap Sherly dengan berani menunjukkan sikap aslinya di depan Syifa.
Syifa mengepalkan tangannya mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Sherly, selama ini ia merasa sudah berusaha menjadi istri yang baik untuk Ryan. Memang sang mertua selalu mencari gara-gara, tetapi Syifa selalu berusaha untuk mengalah demi keutuhan rumah tangga mereka.
Ternyata di belakang Syifa, Ryan selalu menjelekkan istrinya itu di depan Sherly. Keluh kesah Syifa tentang sang mertua selama ini kepada suaminya dianggap beban dan membuat Ryan pusing setiap kali mendengarkannya. Ketika Sherly hadir dalam hidupnya dan lelaki itu mulai merasa nyaman ia pun menceritakan masalah rumah tangganya kepada wanita tersebut, benih cinta tumbuh di antara mereka dan Sherly tak pernah menolak meski tahu Ryan sudah memiliki istri.
Kenyamanan yang tercipta di antara Ryan dan Sherly membuat mereka seringkali berlibur bersama, hingga akhirnya Sherly hamil dan Ryan menikahinya setelah itu membawanya pulang ke rumah. Karena takut Syifa tak mau menerima kehadiran Sherly dan bayi dalam perutnya, akhirnya Ryan membuat skenario seolah-olah ia dan Sherly terpaksa menikah karena menuruti keinginan sang mama yang ingin segera memiliki cucu.
"Jadi itu masalahnya, Mas? Jadi menurutmu selama ini aku tidak pernah bisa mengerti apa yang kamu mau, selama ini kamu pusing dengan pertengkaran aku dan mamamu, iya?" tanya Syifa.
"Aku akui memang salah berselingkuh dengan Sherly di belakangmu, tapi semua itu karena hanya dia yang bisa memberiku kenyamanan di saat kamu membuat aku pusing dengan keributan bersama mama," ucap Ryan mengakui perselingkuhannya tanpa mengucapkan kata maaf kepada Syifa.
"Kamu pikir aku tidak lelah, kamu pikir aku tidak pusing? Aku sudah mencoba untuk selalu mengalah, tapi mamamu yang tak pernah bisa berhenti untuk menggangguku, Mas!" ucap Syifa dengan suara bergetar dan air mata yang sudah menganak sungai di pipinya.
Athar mengepalkan tangan dan mengeratkan giginya, lelaki tampan itu begitu terluka melihat Syifa menangis. Namun, ia tak punya hak untuk ikut campur urusan mereka. Athar membiarkan Syifa mengeluarkan segala kekesalannya pada Ryan hingga wanita itu puas menangis dan berteriak di depan Ryan.
Ryan terdiam tak bisa menjawab ucapan Syifa, memang selama ini Syifa sudah berusaha menjadi istri dan menantu yang baik. Namun, mamanya yang selalu mencari gara-gara pada Syifa. Ia tidak menyalahkan Syifa, tetapi keadaan itu membuat kepalanya pusing dan kehadiran Sherly lah yang selalu bisa menghiburnya. Setiap kali berada di dekat Sherly maka Ryan akan melupakan Syifa, tetapi setelah berada di rumah dengan rapihnya Ryan menutupi perselingkuhannya dengan Sherly.
"Baiklah, jika aku memang istri yang tidak bisa mengerti apa mau mu, istri yang tidak bisa memberimu anak, dan istri yang membuatmu pusing karena tidak bisa akur dengan mamamu. Maka ceraikan aku sekarang, pergilah dari rumah ini bawa serta gundikmu kemanapun kau mau!" ucap Syifa.
Ryan dan Sherly terkejut, hal yang selama ini mereka takuti benar-benar terjadi, Syifa marah, meminta cerai, dan mengusir mereka dari rumah tersebut. Sebelum Ryan membawa Sherly pulang ke rumah, lelaki itu sudah mengakui jika rumah dan toko furniture itu adalah milik istrinya, itu sebabnya Sherly berusaha bersikap baik di depan Syifa.
"Tidak, Syifa. Aku tidak mau bercerai denganmu, sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi istriku!" ucap Ryan.
"Sebelum menikah aku sudah katakan padamu, masalah apapun yang akan datang di rumah tangga kita Aku akan berusaha sabar dan menerima. Namun, tidak dengan perselingkuhan dan KDRT," ucap Syifa.
"Sebelumnya aku mau menerima pernikahan kamu dengan Sherly karena aku percaya pernikahan terjadi karena keterpaksaan. Namun, nyatanya kalian sudah bermain api dan berselingkuh di belakangku sebelumnya, aku tidak bisa menerima semua ini, Aku ingin kita pisah, Aku ingin kita cerai, Mas!" ucap Syifa.