Sandra meletakkan nampan berisi makan siangnya tepat di sebelah Hazel yang juga tengah menikmati makan siangnya di kantin karyawan.
"Di mana Alan,? " Tanya Sandra sambil memasukkan sosis bakar ke mulutnya
"Dia cuti" Jawab Hazel membuat Sandra hanya menganggukkan kepalanya, Alan adalah salah satu teman Hazel di Rv Style ini, Hazel tidak mempunyai banyak teman, bukan karena dirinya menutupi diri hanya saja dia memang tipe orang yang tidak terlalu suka berbasa basi dengan siapa pun untuk itulah hanya Alan dan Sandra saja yang betah berlama lama berada di dekat Hazel.
"Ah ya aku lupa besok adalah hari pernikahannya" Ucap Sandra kemudian mengalihkan pandangannya kepada sekelompok karyawan divisi lain yang berada tidak jauh dari tempatnya, mereka terlihat sedang menatap Hazel dan saling berbisik dan sepertinya Sandra tahu apa yang tengah mereka bicarakan, setelah itu pandangan Sandra beralih pada teman teman di Visinya yang kini tengah menatapnya tajam dan Sandra dengan senang hati malah menjulurkan lidahnya seakan mengejek mereka yang tidak mempunyai keberanian untuk mendekati Hazel membuat para pengagum Hazel tersebut mengangkat garpu ditangan mereka dan hendak melemparkannya tepat pada Sandra namun tentu saja itu hanya angan mereka saja membuat Sandra terkekeh geli sedangkan Hazel tidak terlalu peduli dengan yang terjadi di sekitarnya.
"Hei pilihlah salah satu dari mereka untuk jadi pasanganmu, agar tidak semua wanita berharap padamu" Ucap Sandra membuat Hazel hanya mengangkat bahunya acuh
"Aku tidak menyuruh mereka untuk berharap padaku" Jawab enteng Hazel yang sudah sangat bosan Sandra dengar sejak mereka masih menginjak masa sekolah.
"Ya bukan salah dirimu tapi salahkan wajah tampan sialanmu itu yang membuat mereka bahkan tidak pernah fokus untuk bekerja dan makan siang" Ucap Sandra yang juga di buat kesal karena wajah tanpa dosa yang selalu Hazel tampilkan.
"Kalau begitu mereka bisa mengagumi manekin di ruang wadrobe, bukankah manekin manekin itu juga tampan" Jawab asal Hazel membuat Sandra ingin sekali menumpahkan seluruh nasi goreng di depannya pada wajah tampan yang juga membuat Sandra sampai saat ini tidak bisa move on.
"Ya andai saja mereka mempunyai satu barang yang bisa memuaskan mereka, mereka pasti akan memilih manekin manekin itu" Jawab Sandra yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Hazel
"Apa,? wajar bukan, kita ini berada di kubu 21+ wajar untuk membicarakan____"
"Dan aku tidak tertarik" Potong Hazel dengan wajah kesalnya karena pembicaraan Sandra yang membuat nafsu makannya menghilang
"Hah kau selalu saja bersikap seperti itu, apa kau_____hei apa apaan ini" Ucap Sandra sambil menyibakkan dasi Hazel yang menutupi bekas lipstik seseorang yang menempel di kemejanya, mata Sandra tidak sengaja menangkap bekas lipstik tersebut saat Hazel sedikit melonggarkan dasinya
"Kau bilang tidak tertarik, lalu tanda dari wanita mana ini" Ucap Sandra yang sudah menarik Hazel agar lebih mendekat, Sandra meneliti bekas lipstik yang menempel jelas pada kemeja Hazel tersebut
"Kau ini ck" Kesal Hazel sambil mendorong kening Sandra menggunakan telunjuknya
"Apa, aku benar bukan, apa selama ini kau punya kekasih,? " Tanya Sandra dengan raut wajah penasarannya
"Ini hanya sebuah kecelakaan, " Jawab Hazel sambil kembali menutupi bekas tersebut menggunakan dasinya
"Kecelakaan macam apa yang bisa meninggalkan bekas lipstik seseorang" Gerutu Sandra yang masih bisa di dengar oleh Hazel, namun Hazel tidak terlalu menanggapi sikap keingin tahuan Sandra.
Pandangan Hazel kemudian teralihkan pada seseorang wanita dan lelaki yang tengah berjalan dan hendak memasuki lift
"Siapa dia,? " Tanya Hazel membuat Sandra mengikuti arah pandangannya
"Apa kau tidak tahu dia bos kita" Jawab Sandra
"Bukan dia, tapi lelaki di samping nya"
"Dia, tentu saja Calon suaminya Alvaro Owen" Ucap Sandra membuat Hazel menatap Rere dan Varo dengan alis saling bertautan
Varo jadi ingat kejadian pagi tadi, saat dirinya baru saja tiba di kantor dan hendak pergi ke salah satu kedai coffe namun terhenti saat melihat Bos nya yang terlihat terdiam sambil memperhatikan sepasang kekasih yang tengah b******u, Varo hendak berbalik dan mengambil jalan lain namun terhenti saat pandangannya melihat jika sepasang kekasih tersebut adalah manager divisinya Liliana, Hazel tidak tahu kenapa Rere menatap Lilian dan kekasihnya dengan terdiam seperti itu, namun itu hanya sesaat dan Varo pun memilih berjalan menjauh namun baru beberapa langkah dia kembali terhenti saat mendengar ringisan seseorang yang ternyata Rere yang tengah mendapatkan masalah dengan heelsnya,
"Kenapa memangnya,? " Tanya Sandra membuat Hazel. Kembali tertarik dari lamunannya
"Tidak, aku hanya jarang melihatnya, aku kira dia karyawan di sini" Jawab Hazel asal
"Mana mungkin lelaki tampan dengan gaya yang stylis seperti itu karyawan di sini" Ucap Sandra seakan meremehkan para lelaki yang bekerja d Rv style membuat Hazel menatapnya dengan tatapan dingin
"Eh maksudku bukan seperti itu, tuan Varo itu memang tampan tapi kau jauh berada di atasnya tenang saja para penggemar mu di belakang sana masih berada di kubumu" Ucap Sandra membuat Hazel hanya menghembuskan nafas panjangnya
Hazel sekarang tahu apa hubungan di antara mereka, yang menurutnya sedikit rumit, dan lelaki bernama Varo itu ternya benar benar lelaki bodoh yang mencoba membodohi dua wanita sekaligus pikir Hazel
"Kau tahu tuan Varo sebentar lagi akan menikah" Ucap Sandra yang kembali menarik perhatian Hazel
"Dengan siapa,?” tanya Hazel
" Dengan nenek ku, ya dengan siapa lagi tentu saja dengan ibu rere dia kan calon istrinya" Jelas Sandra
"Oh aku kira___"
"Aku kira apa,? " Tanya Sandra penasaran
"Tidaklah lupakan saja" Jawab Hazel sambil bangkit dari duduknya di ikuti oleh Sandra yang terpancing oleh Hazel, Hazel sudah bisa menebak jika Sandra pasti tidak akan melepaskannya sampai rasa penasarannya terpenuhi.
"Apa kau tahu sesuatu tentang mereka,? " Tanya Sandra sambil mengikuti langkah panjang Hazel
"Tidak"
"Lalu apa yang ingin kau katakan tadi"
"Tidak ada"
"Kau bohong, aku tahu kau mengetahui sesuatu, apa kau tahu tanggal pernikahan mereka atau apa kau tahu negara yang mereka pilih untuk honeymoon atau kau tahu kekasih lain dari tuan Varo" Tanya Sandra yang akhirnya membuat Hazel menghentikan langkahnya dan menatap ke arahnya
"Kau ternyata benar benar biang gosip"
"Hei aku bukan biang gosip, aku tidak mungkin mencari gosip murahan aku hanya menerima fakta" Ucap Sandra membuat Hazel mengangkat bahunya acuh
"Jadi benar tuan Varo memiliki wanita idaman lain, sudah aku duga" Gumam Sandra pada dirinya sendiri
"Kenapa kau berkata seperti itu"
"Aku sudah curiga dari awal bagaimana mungkin orang setampan dan seterkenal Tuan Varo hanya setia pada satu wanita, dia pasti banyak memiliki wanita simpanan lain" Ucap Sandra seolah sedang mengutarakan hasil pengamatannya
"Kau berkata seperti itu apa kau mempunyai bukti" Tanya Hazel
"Tidak, tapi instingku berkata jika analasisku benar" Ucap Sandra malah membuat Hazel merasa seperti ikut menjadi biang gosip karena sudah meladeni percakapan Sandra