Dio menatap malas wajah Shiva yang sedari tadi sudah ada di depan wajahnya. Sangat dekat. "Kakak masih marah?" Dio hanya diam mengabaikannya membuat Shiva menghentakan kakinya kesal. "Ayah! Kak Dio nakal!" Adunya menghampiri ayah yang sibuk dengan pekerjaannya. "Dio" Shiva menengok dan cemberut lagi saat Dio kembali mengabaikannya, "Ayah!" Ayah menghela nafasnya, melepaskan kacamata yang dipakainya lalu melihat kearah Dio yang sibuk dengan gamenya. "Dio" Dio hanya meliriknya lalu melanjutkan gamenya. Ayah melirik wajah Shiva yang cemberut, "Shiva main sama kak Al aja ya? Kak Dio lagi asik main sendiri" Shiva menggeleng kuat, "Kak Dio!" Teriaknya menarik Dio berdiri. "Apa sih! Sana pergi! Ganggu aja!" Tangan Dio menghempaskan tangan Shiva kasar, Shiva kembali menarik tangan Dio.

