Beware 4

1337 Words
Aku punya satu berita bagus dan banyak berita buruk. Berita buruk pertama adalah kelima pangeran dan kaisar selalu datang ke kamarku setiap jam makan siang sebelum akhirnya dibawa pergi oleh Linn atau terusir oleh kedua pelayan yang memberiku s**u. Aku ingin tau bagaimana cara Linn membawa keenam makhluk menyusahkan itu sekaligus. Berita buruk kedua adalah kamarku sekarang seperti markas ksatria. Bahkan, sebenarnya seluruh penjuru istanaku dipenuhi ksatria. Kaisar sepertinya menempatkan semua ksatria di istanaku. Bukankah itu terlalu berlebihan untuk menjaga seorang bayi? Berita buruk ketiga, Pangeran Kembar menyelinap setiap malam ke kamarku dan ikut tidur dalam kotak bayiku. Berita buruk keempat, para penyihir dikabarkan akan memulai perang dengan Kekaisaran Peranto karena ancaman waktu itu. Sudah kuduga akan begini jadinya. Lalu, satu-satunya kabar baiknya adalah, aku sudah bisa tengkurap! Walaupun awalnya aku kesusahan karena harus membalik tubuh bulat gempal ini. Tapi, aku akhirnya berhasil setelah dimotivasi sebotol s**u rasa coklat kesukaanku! "Qiya!" Kaisar dan kelima pangeran mendobrak pintu kamarku. Pintu yang sangat malang. Kaisar langsung membekukan para ksatria dalam hitungan detik. Mith mengunci semua pintu dan jendela. Kiel menyiapkan batu perekam sihir. Sedangkan, sisa makhluk lainnya langsung bergegas ke arahku. Enam kepala itu muncul di atas kotak bayiku. Aku menatap mereka datar. "Kali ini apa yang kalian inginkan dariku?" Sepasang mata dari masing-masing makhluk itu menatapku penuh harap. "Apa yang salah dengan mata kalian itu?" "Kakak ingin lihat Qiya tengkurap!" Mereka melakukan semua itu hanya untuk melihatku tengkurap?!?! Setidaknya, cairkan dulu para ksatria itu! Mataku berdenyut menatap pemandangan ini. Sekarang, ditambah kilauan cahaya dan bunga-bunga yang mengelilingi keenam makhluk itu membuatku merasa terbebani. "Sampai kapan kalian mau memasang tampang menjijikkan begitu?" Kilauan cahaya itu makin besar. "Baik! Baik! Kalian menang! Berhentilah memasang tampang seperti itu!" Aku mengambil ancang-ancang untuk tengkurap. Keenam makhluk itu menatap dengan saksama. Plup! Tubuhku berhasil tengkurap setelah 10 menit berusaha. Keenam makhluk itu menangis. "Apa kalian sama sekali tidak berkedip?" "Sudah diputuskan, hari ini akan ditetapkan sebagai "Hari Tengkurap Qiya" dan hari libur nasional!" "Ayah, ayo buat pesta perayaan!" "Kita undang semua orang!" "Buat pestanya semeriah mungkin!" "Kami berdua akan membuat merchandise khusus Qiya!" "Undang para ilmuwan untuk mengumumkan kalau Qiya kita sangat jenius!" "Kenapa kalian heboh sekali? Bahkan kemenangan perang hanya dirayakan dengan festival! Kenapa harus repot-repot merayakan pesta untuk hal kecil ini?!" "Lalu, apanya yang jenius?! Ini hal yang wajar untuk bayi berusia 6 bulan tahu! Kalian justru akan ditertawakan karena hal itu." Kaisar langsung menggendongku. Kelima pangeran menatapku dengan mata berbinar. "Kalian rusak, ya?" "Yang Mulia Kaisar!" Linn datang dan membuka pintu kamarku. Akhirnya, datang juga orang waras yang akan menetralkan kegilaan para makhluk aneh ini. Eh, tapi tumben sekali dia tidak memberi salam. Sepertinya ada hal darurat. Linn melangkah sembari menatap datar para ksatria yang membeku. Tanpa harus bertanya pun, dia sudah tahu apa yang terjadi di sini. Kaisar tidak ingin terlihat sebagai kaisar gila di depan para ksatria yang mengenalnya sebagai kaisar yang penuh wibawa. Benar-benar kaisar yang sangat jaim. "Linn! Cepat buat pengumuman kalau hari ini adalah hari libur nasional!" "Yang Mulia Kaisar! Ini adalah hari libur nasional ke 153 dalam 5 bulan ini. Semua bangsawan bisa protes jika Yang Mulia menetapkan hari libur lagi hanya karena Tuan Putri!" Kaisar dan para pangeran menatap tajam Linn. Aura membunuh muncul dari tubuh mereka. Apa maksutnya dengan "Menetapkan hari libur nasional hanya karena tuan putri"? Selama ini yang aku lakukan hanyalah berdiam diri di kotak bayi ini tahu! "Apa maksutmu 'Hanya'? Jika tentang Qiya, itu bukanlah sekadar 'Hanya'. Ini adalah hari yang penting. Bulan Kekaisaran akhirnya bisa tengkurap. Tentu saja seluruh kekaisaran harus merayakannya!" Tangan kanan Kaisar membentuk sudut siku. Serpihan es muncul di atas telapak tangannya juga dalam kamarku. Sedangkan, tangan kirinya menggendongku. Lagi-lagi turun salju. Bisakah kau menurunkanku kaisar? Aku ingin membuat boneka salju. Linn menghembuskan napas panjang. Dia memang bersyukur karena kaisar mau memungut anak jalanan sepertinya. Tapi, kalau tau begini jadinya, lebih baik waktu itu dia mengubur diri saja. Atau menunggu hingga ada makhluk normal yang menemukannya. Hah! Apa boleh buat! Nasi sudah jadi bubur. "Semua rakyat mengeluh karena pekerjaan mereka terhenti selama 5 bulan lamanya! Jika terus dibiarkan para rakyat akan mati kelaparan! Para bangsawan juga mengeluh karena pekerjaan mereka menumpuk! Tumpukan kertas di meja anda juga sudah hampir menyentuh atap!" Jarak atap dengan lantai di ruangan kerja kaisar adalah 50 m. Apa kaisar ini serius membiarkan tumpukan kertas hingga setinggi itu? "Siapa yang peduli soal mereka?" Kaisar membuang muka. "Memangnya kau pikir tanpa rakyat dan para bangsawan, kau bisa jadi kaisar?!" Linn menggeleng. Sepertinya, kaisar ini sudah tidak bisa tertolong. "Saya tahu Yang Mulia Tuan Putri sangatlah lucu dan menggemaskan!" Keenam makhluk itu mengangguk tanda setuju. Begitu pula denganku. Dipuji makhluk waras seperti Linn lebih baik daripada dipuji 6 makhluk gila ini. "Tapi, bukan berarti Yang Mulia Kaisar harus membuat setiap pergerakan tuan putri menjadi hari libur!" Apa?! "Seminggu lalu adalah hari peringatan Gyu! Gyu! Tuan Putri. Anda mengharuskan semua orang bicara seperti Tuan Putri selama 2 jam." "Hari peringatan macam apa itu? Apakah kau sudah kehilangan otakmu, Kaisar?" "Enam hari lalu adalah hari peringatan Sendawa Merdu Tuan Putri." "Sendawa merdu itu yang bagaimana, kaisar?" "Lima hari lalu adalah hari peringatan Air Liur Indah Tuan Putri yang Tertidur." "Indah matamu!" "Empat hari lalu adalah hari peringatan Tangisan Tuan Putri." "Apakah kalian suka melihatku menderita?!?!" "Tiga hari lalu adalah hari peringatan Kentut Tuan Putri. Anda mewajibkan semua orang untuk kentut di hari itu!" "Apakah memukul kepala kaisar adalah kejahatan besar?" "Dua hari lalu adalah hari peringatan Minum s**u Tuan Putri." "Aku minum s**u setiap hari, dasar menyebalkan!" "Kemarin adalah hari peringatan Mata Tuan Putri." "Apakah ada hari peringatan Tangan Tuan Putri? Atau Kaki Tuan Putri?" "Lalu, sekarang hari peringatan apa?" Linn menatap kaisar datar. "Hari Tengkurap Tuan Putri. Semua orang harus berjalan dengan tengkurap selama satu hari penuh." Kaisar mengangkat jari telunjuknya. "Memangnya kau pikir mereka itu ulat bulu?! Kau ingin mengusir semua rakyatmu, ya?!" Aku sudah mencoba bersabar menghadapi tingkah kaisar selama ini. Dan sekarang kesabaranku sudah habis. Bagaimana mungkin kaisar semacam ini bisa memimpin kekaisaran terkuat sebesar ini. Pasti semua rakyat sangat menderita! Linn memukul wajahnya. "Anda nampak tertekan sekali ya, Tuan Linn!" Jika aku menjadi Linn, aku akan mengambil setengah kekayaan kaisar lalu pergi dari istana gila ini. Menikmati hidup yang damai tanpa kaisar dan para pangeran yang menguras tenaga dan jiwanya. "Tolong bersabarlah, Tuan Linn. Mari kita memukul kepala kaisar saat ada kesempatan!" "Hah! Mari kita buat kesepakatan!" "Aku mendengarkan!" Kaisar berseru tak peduli. "Mari pilih satu hari penting selama 6 bulan untuk dijadikan sebagai hari peringatan bagi Tuan Putri!" Kaisar menggeleng, "Terlalu lama!" "5 bulan sekali? Kaisar lagi-lagi menggeleng. "3 bulan sekali?" Masih menggeleng. "1 bulan sekali?" Kali ini para pangeran ikut menggeleng. "Satu minggu?" Masih menggeleng. "Tiga hari?" Kali ini semuanya mengangguk. "Baiklah, saya mengundurkan diri!" "Tiga bulan sekali! Mari kita buat hari peringatan putri setiap 3 bulan sekali!" Kaisar langsung berseru lantang. Linn tersenyum puas. "Anda licik sekali ya, Tuan Linn" Meski, masih berusia 20 tahun, Linn adalah tangan kanan yang sangat bisa diandalkan. Bisa dibilang, Linn adalah obat yang bisa meredakan kegilaan kaisar. Yah, aku sendiri setuju dengan hal itu. Karena, selama ini Linn-lah yang menetralkan kaisar. Dia juga adalah satu-satunya orang yang berani berteriak pada kaisar. *** Aku punya satu berita bagus tambahan yang paling bagus. Hingga aku rela menukar mata cantikku untuk mendapatkan berita ini lagi. Kaisar dan para pangeran tidak lagi datang ke kamarku selama sebulan ini!!!! Akhirnya, aku bisa menemukan kedamaian yang menghilang sejak aku membuka mata. Aku adalah bayi paling bahagia di dunia! Ternyata hari peringatan bodoh itu membawa kebahagiaan bagiku. Kaisar sedang sibuk mengurus dokumen yang menumpuk di ruang kerjanya. Sedangkan, para pangeran harus mengejar ketertinggalan pelajaran karena semua guru diliburkan selama 5 bulan. Setiap kali kaisar dan para pangeran lari dari tanggung jawab dan hendak membuka pintu kamarku, Linn langsung menyeret mereka kembali ke ruang kerja dan ruang kelas. Benar-benar senang rasanya melihat kaisar dan para pangeran tersiksa. . "Nyot! Nyot! Nyot! Aku menghisap botol s**u dengan semangat. "Wuah, Tuan Putri terlihat bahagia sekali, ya!" Pelayan bunga menatapku penuh senyum. "Yang terlihat paling bahagia itu kamu tahu!" Pelayan bunga dan pelayan nampan s**u selalu tersenyum akhir-akhir ini. Sepertinya, kesedihan kaisar dan kelima pangeran membawa kebahagiaan tersendiri bagi kedua pelayanku yang sudah lama tersiksa ini. "Gyu! Gyu! Gyu!" Mari kita rayakan hari yang indah ini bersama-sama! "Qiya!!! Ayah rindu Qiya!!!" "Kami juga rindu Qiya!" Jder! "Kenapa kalian kembali?!"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD