Belum Waktunya

1127 Words

Irva berjalan sendiri menyusuri tepian pantai ketika semua orang sedang makan siang. Memang dirinya sudah diajak untuk makan bersama di dalam resto bersama para tamu dari perusahaan yang sudah mem-booking seluruh area resto untuk hari itu, tapi dirinya menolak. Bukan karena merasa tidak enak atau tidak mau berbaur. Ia hanya ingin sendirian saja saat ini. Jauh dari rumah dan juga pengawasan sang mama membuat Irva bisa merasakan sedikit kebebasan. Tidak sepenuhnya bebas karena hati dan pikirannya telah terkurung sejak beberapa tahun lalu. Sampai detik ini dirinya belum juga bisa membebaskan diri dari belenggu tak kasat mata yang seolah mengungkungnya dengan begitu erat, menahan setiap keinginannya untuk sepenuhnya melangkah maju ke depan. Banyak sudah kawan dan kerabat yang memberi nasihat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD