Faz sudah berbaring di tempat tidurnya dan bersiap untuk tidur ketika Anis tiba-tiba datang dan menyingkap tirai yang terpasang di sekeliling tempat tidurnya. Di Dormitory ini memang fasilitas yang tersedia adalah tempat tidur susun dua dan Faz mendapat tempat di bawah hingga ia bisa memasang tirai untuk menutupi dirinya ketika tidur. "Ada apa?" Faz mengucek matanya sambil menatap Ani heran. "Heran banget deh, di belakang rame kayak gitu bisa-bisanya mau tidur?" Anis menepuk paha Faz dengan keras. "Ayok, dong, temenin liat ke belakang." Mata Faz membelalak mendengar permintaan Anis. "Besok kita masuk pagi, loh." "Ya bentar aja, nggak apa-apa, kan?" Anis menarik-narik tangan Faz agar mau menemaninya untuk melihat acara puncak perayaan ulang tahun perusahaan tempat mereka bekerja. "Plis

