70. Tak Terduga

2348 Words

Di tengah kewarasannya yang terenggut rasa takut. Anin mengais keberanian, berusaha melepaskan diri apa pun caranya. Tak hanya diam dan membiarkan pria asing yang tengah terpengaruh dengan minuman keras itu menjamah tubuhnya. Tak lagi bisa mengandalkan tangannya yang tengah dicengkeram kuat dan ditahan di atas kepala. Anin mencuri kesempatan lain.  Saat pria itu tertawa karena berhasil membuka dua kancing kemeja teratasnya, Anin yang tak lagi meronta tengah mengumpulkan kekuatan. Tapi, sikap pasrah yang diperlihatkannya justru ditanggapi lain oleh pria paruh baya yang memuakkan itu. "Andai saja lo bersikap baik sedari awal, gue mungkin memesankan kamar untuk kita, Sayang. Tapi sekarang, gue udah nggak tahan. Jadi kita main di sini saja ya. Nggak akan ada yang lihat kok. Sekali pun ada,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD