Menyugar rambut yang masih dalam keadaan setengah basah, karena baru saja selesai mandi. Gavin keluar dari kamar, mengayunkan langkah menuju ruang tengah. Di mana ada seonggok makhluk yang sedari pagi sudah merecoki tidurnya dengan menekan bel apartemen tanpa henti. Tumpukkan pekerjaan yang begitu banyak, membuat Gavin baru bisa merebahkan tubuh lelahnya di atas kasur di saat jam sudah menunjukkan pukul tiga dini hari. Dan di jam tujuh pagi, dia dibangunkan paksa dari lelapnya. Padahal, Gavin berniat tidur sepuasnya di hari minggu ini. Tapi, karena ulah seseorang yang kini tampak mengutak-atik ponselnya. Semua berubah kacau. "Lo ngapain?" Mendudukkan diri di sofa panjang, berdampingan dengan Raka yang begitu lincah mengetikkan sesuatu di layar ponselnya membuat alarm kewaspadaan Gavin be

