75. Pertentangan

1320 Words

Menyesap dalam-dalam rokok yang terjepit bibir berlipstik merah menyala, Fany mengembuskan asap hingga membubung tinggi, sebelum kemudian lenyap. Sebuah senyuman sinis terbentuk, melihat pesan dari seseorang di masa putih abu-abunya dulu. Astaga ... Jadi, celengan ayam itu masih saja mencoba mendekatinya hingga sekarang? Apa masih belum bisa berkaca dengan baik? Saat awal mendapat pesan dari nomor asing, Fany lebih sering mengabaikannya. Tapi entah kenapa, tadi dia tampak tertarik untuk melihatnya. Usai membaca deretan pesan yang ternyata dikirimkan kakak kelasnya yang selalu mengotori kolong kemejanya dengan berbagai hadiah norak yang membuatnya kesal. Dan sekarang, kakak kelasnya itu mengajak ingin bertemu? Astaga ... Benar-benar masih tak tau malu. Tergelak, Fany menekan puntung rok

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD