Dea dan Dava menatap langit malam yang sangat indah dengan bintang yang tidak ingin bersembunyi sama sekali, malam kian larut dan juga terasa sangat dingin. Namun Dea dan Dava masih tetap bertahan di balkon, bahkan keduanya membawa selimut untuk alas keduanya dan juga sebagai penutup badan keduanya yang terus menempel seperti koala yang tidak mau dipisahkan dari pohonnya. Dava mendekap tubuh Dea dengan erat, pintu kamar menuju balkon dibuka sedikit agar jika Vandra bangun dari tidurnya keduanya mampu mendengar. "Kamu yakin ingin melanjutkan study?" Tanya Dava setelah hening, keduanya belum membahas hal ini sama sekali. Dea mendongak menatap suaminya, lengan Dava, Dea gunakan sebagai bantalan. "Iya Yang, maaf. Sebenarnya Aku sudah mendaftar dan Aku sudah mulai Ospek bulan depan." Dava mem

