Aku duduk di balik meja, menatap berkas-berkas yang tergeletak tanpa terbaca di depanku. Tidak ada satu pun yang bisa mengalihkan pikiranku dari masalah yang semakin menumpuk. Hari ini bukan hari yang baik, dan aku merasa semuanya bisa berantakan kapan saja. Masalah datang dan pergi tanpa ada penyelesaian sama sekali; justru masalah semakin rumit. 'Gading jelas tahu masalah iuran itu. Aku bisa membaca dari sorot matanya itu, dia ada hubungan spesial dengan Aya. Aya memang mahasiswa cerdas dan mendapatkan beasiswa langsung dari Tuan Maheswara.' Lusiandra bergumam dalam hati karena sedang pusing saat ini. Keberadaan Gading di rumah sakit ini mulai mengusik ketenangan hati ini. Aku tahu, dia tidak datang ke sini hanya untuk berobat atau sekadar menemani seseorang. Dia punya tujuan. Aku bisa

