17. Kedekatan Tanpa Label

1428 Words

Ponselku bergetar di dalam saku jubah dokterku saat aku baru saja menutup catatan medis terakhir di bangsal. Aku menghela napas panjang, merasa tubuh ini mulai memberontak setelah dua puluh jam berjaga. Sekilas aku melirik layar ponsel dan melihat nama Gading muncul. Jantungku berdegup sedikit lebih cepat. Kami memang semakin dekat belakangan ini, meski tak ada kata cinta yang terucap di antara kami. Ada semacam kedekatan tanpa label yang membuat semuanya terasa lebih natural, lebih aman. “Halo, Gading,” sapaku lemah. “Di mana kamu sekarang?” Suara Gading terdengar sedikit tegang. “Masih di rumah sakit. Baru selesai jaga,” jawabku, berjalan pelan menuju ruang istirahat dokter. Kaki ini rasanya sudah ingin menyerah. “Kamu butuh istirahat. Aku akan menjemputmu sekarang.” Aku terdiam se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD