Sebuah mobil melipir ke pinggiran halte, menjeda percakapan seru antara mereka berdua. Perlahan kaca depannya turun. Hilara berdebar takut mobil itu orang jahat. Pengemudi mobil itu memanggil nama Hilara. Suaranya terasa familiar. Barulah ketika si pengemudi memperlihatkan wajahnya dengan sedikit membungkuk, Hilara hampir memekik saking senangnya. "Lucas?" Cowok itu keluar dari mobil. Berlarian kecil dia menghampiri Hilara di bawah kanopi halte. "Kamu lagi ngapain di sini? Nunggu siapa?" tanya Lucas. Ketidakmenyangkaan Hilara akan kedatangan pangeran kuda putihnya belum sembuh. Hilara tak jemu memandang wajah Lucas. Alam ini tidak seutuhnya sial. Hilara terharu diselamatkan malaikat dan pangeran berkuda putih. Adanya Ken dan Lucas meningkatkan keberaniannya. "Hil?" Lucas menggu

