"Kapan terakhir Saudari Hilara bertemu korban?" Hilara mendongak takut, pria berjaket kulit warna hitam itu punya tatapan tajam. Membuat lawan bicara merasa terancam. Satu jam lebih mereka duduk di ruangan tersebut, saling berseberangan hanya dipisahkan sebuah meja. Secangkir teh di atas meja pun kehilangan kepulan asapnya dari lama. Pertanyaan demi pertanyaan terus berputar di sana. Apa hubungan Hilara dengan korban, kapan terakhir bertemu korban, apa yang dilakukannya saat korban ditemukan tewas. Semuanya. Semuanya telah Hilara jawab dengan benar apa adanya namun mereka enggan mempercayai. Tripod kamera berdiri menghadap Hilara, agak mengganggu konsentrasi. Dia melirik benda kotak berkedip-kedip merah di samping catatan Detektif Burhan. Pria itu sedang merekam pernyataan saksi. "

