I'm Not Leave

1530 Words

Ana benci pada dirinya. Ingin rasanya ia menjerit, menangis akan semua hal ini. Tapi untuk apa, pria itu telah membelinya. “Bagaimana, kau suka?” Bisik David tepat di telinga Ana, saat mereka sampai dirumah mewah miliknya. Semua furniture rumah David sangatlah elegan, rumah bergaya khas eropa itu sungguh membuat siapapun yang berada didalamnya akan dibuat merasa nyaman David membawa Ana kerumahnya bukan sekedar mampir, tapi ia juga meminta Ana untuk tinggal didalam rumahnya, bersamanya. Ana akui memang bagus, tapi ia sama sekali tidak ingin tinggal dirumah ini sebagai wanita pemuas! Ana membenci itu. Lebih baik ia tinggal di kolong jembatan, daripada ia harus tinggal dirumah mewah, tapi hanya sebagai wanita pemuas. Tapi apa boleh buat, Ana-pun tidak bisa bergerak didalam posisi sepert

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD