Ana tengah tertidur lelap diatas ranjangnya, bahkan ia melupakan bahwa kemarin adalah hari terakhir yang diberikan Rentenir itu pada Pamannya. Tapi untung saja, Cathy membangunkan dirinya. “An.. bangunlah,” Cathy menggoyangkan tubuh Ana beberapa kali. Awalnya wanita itu tidak mau bangun, tapi karena Cathy semakin mengguncangkan tubuh Ana cukup keras, itu membuat Ana semakin terganggu dan terbangun. “Ada apa Cath?” Ana bangkit dari tidurnya, ia terduduk dengan mata yang masih setengah tertutup. “Kau harus bangun An,” Cathy masih terus berupaya mengguncangkan tubuh Ana agar matanya benar-benar terbuka lebar. “Aku mengantuk Cath..” “Tapi Bossku menyuruhku agar kau ikut denganku kekantor.” “Aku bukan Pekerja disitu, kenapa ia menyuruh---“ Ana teringat dengan perkataan Cathy yang menyebu

