3 Day's

1136 Words

‘Prangg’...’Prangg’...’brukssss’ Rentenir itu membanting semua benda yang ada dihadapan Marx, Paman Ana. “Bayar hutangmu!” Rentenir itu terus menekan Marx agar membayar hutangnya. “A-aku,, aku akan membayarnya. Tapi tidak sekarang.” Jawab Marx lemas, karena kondisinya belum benar-benar stabil. ‘Prangg’ Rentenir itu kembali membanting barang dengan murka. “Kapan? Tunggu kau mati, baru kau akan bayar?!” Katanya, Amarahnya benar-benar memuncak. Laura dan Maria saling berpelukan dengan air mata yang membasahi pipi mereka, ia tidak tau lagi harus berbuat apa. “Baik, kalau kau tidak bisa membayar tidak apa-apa.” Marx terkejut saat rentenir itu mengatakan seperti itu. Apa itu berarti rentenir itu akan membiarkan hutangnya, dan menganggapnya sudah lunas? “Tapi kalian harus keluar dari ruma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD