Breathe A Sight Of Relief

687 Words

Langkah Ana tergesa-gesa, ia ingin cepat-cepat keluar dari tempat ini, tempat dimana didalamnya terdapat orang aneh. “Lupakan An, lupakan!” Ia tidak peduli dengan orang-orang yang berada diruangan ini yang saling mengumpat tentang dirinya. Dengan mudahnya seseorang dibelakangnya menahan langkahnya, yaitu dengan menggenggam tangan Ana kuat-kuat. Ana menoleh kebelakang, “Lepaskan aku, leph----“ David membekap mulut Ana, dan membawa tubuh mungilnya masuk kedalam dekapannya. Orang yang telah menahan tangannya adalah David, ia tidak akan membiarkan Ana pergi begitu saja dengan membawa kesalahpahaman yang konyol mengenai dirinya. “Ssst.. diamlah!” Bisik David tepat ditelinga Ana. Para pekerja David diam-diam memperhatikan mereka tanpa sepengetahuan dari David, karna bila David mengetahuiny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD