"Nyerah, pak?" Ia menarik nafas dalam. Ya tak tahu juga sih. Tapi untuk sementara? Tampaknya memang itu jalan yang terbaik. Ia bisa apa memangnya? "Ya mau gimana lagi." Asistennya mengangguk mafhum. Tak bisa menganggu gugat lagi keputusannya. Ya sudah kalau begitu. "Sabar, bos." Ia nyengir usai mengatakan itu lalu buru-buru kabur sebelum diamuk Juna. Hahaha. Juna terkekeh. Ia sudah berbicara dengan papanya Serena kan. Tapi papanya tentu tak bisa mengambil keputusan apapun. Lalu kenapa ia mendadak mundur? Karena papanya Serena bilang kalau Serena mungkin akan serius dengan lelaki yang sedang dekat dengannya saat ini. Ya yang bernama Cakra. Seperti yang sudah diberitahu oleh para anak buahnya. Soal lelaki bernama Cakra dan sedang dekat. Ia juga melihat sendiri saat di rumah sakit ka

