Bab 15

1127 Words

Bab 15 Satu minggu berlalu setelah mendengar obrolan di rumah sederhana itu, Rose jadi lebih pendiam. Dia tidak banyak berteriak lagi di pagi hari dan lebih sering mengambil apa pun sendiri. Biasanya dia akan mengamuk ketika pelayan terlambat menyiapkan keperluannya. Dia juga hanya diam saja ketika Pras datang. Hanya sebatas bicara seperlunya. “Aku sudah mendaftarkanmu di kampus yang sama dengan Megan.” Pras ikut duduk di ruang makan. Rose sudah menghabiskan setengah sarapannya, sementara Pras sebenarnya baru datang karena harus mengantar direktur lama perusahaan yang kembali. “Kapan aku bisa berangkat?” tanya Rose tanpa menoleh. “Senin besok.” “Oke.” Rose tetap bersikap acuh dan dingin. Setelah meneguk habis minumannya, Rose langsung berdiri meninggalkan ruang makan tanpa bicara ap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD