Bab 16

1154 Words

Bab 16 Rose masih saja memikirkan tentang Pras yang akan berhenti bekerja. Dia kesal ketika Pras selalu mengatur dan ikut campur, tapi kali ini rasanya berbeda. Rose merasa seperti akan kehilangan seseorang yang penting dalam hidupnya. Di dalam kamarnya, Rose duduk dia atas ranjang dengan kedua kaki menyilang lurus. Dia sudah beberapa kali ganti posisi, tapi pada akhirnya tetap terjatuh berbaring di atas ranjangnya. Dia sekarang telentang, memandangi langit-langit kamarnya yang tersorot lampu warna-warni. “Sebenarnya aku kenapa?” gumam Rose. “Harusnya aku senang kalau Pras berhenti. Tidak akan ada yang menggangguku lagi. jika aku membutuhkan sesuatu, bukankah aku bisa meminta bantuan para pelayan?” Tok! Tok! Tok! Lamunan Rose buyar mendengar ketukan pintu. “Nona, makan malam sudah si

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD