Chap. 39

2706 Words

Hembusan napas yang keluar bersamaan dengan asap rokok yang mengebul tebal. Orien melihat ke samping di mana para temannya sedang tertawa keras seraya memainkan kartu UNO. Menghisap kembali rokok yang terselip di tangannya, Orien menatap jalanan yang sepi. Merasa sendiri di tengah keramaian yang kini ada di tengah-tengahnya, seperti sudah menjadi kebiasaan Orien akhir-akhir ini. Mata Orien terpejam begitu menghembuskan asap nikotin itu dari mulut dan juga hidungnya dengan santai. Angin malam turut membelai lehernya yang kini tidak tertutup oleh jaket. “Kangen sama Marion?” Orien menolehkan kepala dan menemukan Akbar sedang tersenyum padanya. Lelaki yang menjadi sahabat mantan suaminya itu adalah pemilik café yang di mana tengah dijadikan tempat kumpul para temannya. Orien tersenyum memb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD