Chap. 38

2860 Words

“Jadi, gimana?” Ciama menolehkan kepalanya dan melihat Orien yang kini tengah mengangkat halsinya dan menatap Ciama dengan bingung. Membuat gadis yang baru saja menyuapkan nasi goreng pedas yang ia pesan tadi itu mengernyitkan kening bingung. “Gimana apanya?” “Bulan lalu Marcel lamar kamu, kan?” Uhuk. Sialan! Umpat Ciama dalam hati sebelum akhirnya mengambil air yang ada di meja untuk ia minum. Rasa pedas menjalar di tenggorokannya karena nasi goreng yang baru saja ia makan tadi belum sepenuhnya ia telan. Belum lagi pertanyaan aneh yang Orien lontarkan. Sudah semacam teknisi khusus untuk mempercepat kematian Ciama. Untung saja Ciama sudah memesan minum. Karena kalau belum, terpaksa tangannya akan mengambil minum Orien di sebrang sana. “Kenapa kaget? Bener, kan?” Tanya Orien lagi d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD