Happy reading. Satu bulan berlalu. Udara di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta terasa lebih dingin dari biasanya, setidaknya bagi Laras. Di tengah hiruk-pikuk calon penumpang yang mengejar jadwal, ia hanya berdiri mematung, menatap punggung Reno yang sedang merapikan tali tas ranselnya. Ini bukan sekadar perjalanan dinas biasa. Kali ini, Reno akan bertolak ke London untuk waktu yang tidak sebentar enam bulan. "Mas Reno jangan lupa pulang, aku pasti bakal kangen sama Mas." Reno berbalik, menyadari tatapan kosong Laras. Ia tersenyum tipis, jenis senyum yang berusaha menyembunyikan rasa bersalah sekaligus kecemasan. "Cuma tiga bulan, Ras. Setelah itu aku langsung pulang ke Jakarta," ucap Reno lembut, melangkah mendekat untuk mengikis jarak di antara mereka. Laras hanya mengangguk pelan.

