bc

Trust Me if You Love [21+] edited

book_age18+
26
FOLLOW
1K
READ
others
drama
sweet
mystery
like
intro-logo
Blurb

Sekuel Pertama

Versi terbaru setelah proses pengeditan.

Kirana. Gadis polos yang baru saja kembali dari studi abroadnya.

Pertemuan dengan lelaki asing berawal dari bayang-bayang wanita lain.

Bukan hanya nama dan juga identitas Kiran yang diakuinya.

Penampilannyapun sama persis.

Reyfano. Pria super posesif yang terobsesi pada kekasihnya dulu.

Percaya bahwa Kiran adalah kekasihnya yang telah lama hilang.

Takdir kembali mempertemukan mereka dalam drama yang penuh intrik.

Membuat Kiran semakin terjerat dalam cinta yang seharusnya bukan miliknya.

Mengapa Rey menganggap Kiran kekasihnya dulu?

Lalu siapa sebenarnya wanita masa lalu Rey??

Ikuti terus cerita cinta Rey dan Kiran yang bikin greget!

Edited-edited

Terus dukung karyaku ya chingu.. Love ya!

Armafiana

chap-preview
Free preview
#1 - Pertemuan
Malam minggu ini tak terasa sudah seminggu dia berada di rumah lagi. Setelah 4 tahun waktunya dihabiskan di negeri tetangga untuk menuntut ilmu dan pengalaman kerja magang di sana. Wanita semapai yang cantik, kulit putih mulus, rambut lurus hitam panjang. Walaupun perawakannya bak produk import tapi dia asli tulen produk lokal. Kirana, gadis manis yang baru saja berusia 22 tahun itu, telah menyelesaikan studinya di negeri China. Ibarat kata pepatah, tuntutlah ilmu sampai ke negeri China, ternyata menjadi pilihan untuk Kirana melanjutkan kuliahnya. Lulusan manajemen bisnis dengan predikat cumlaude berkat beasiswa yang dia peroleh sejak duduk dibangku SMA. "Sekarang apa rencanamu selanjutnya, nak?" Tangan hangat seorang ayah dengan keriput yang mulai tampak di wajahnya yang teduh, menepuk bahu Kirana membuyarkan lamunannya. "Belum tau ayah, sepertinya Kiran mau cari kerja dulu aja di sekitar sini..." "Tidak usah buru-buru nak, nikmati saja dulu waktumu di rumah. Kamu sudah belajar terus selama ini dan jarang sekali bergaul dengan teman-mu. Ayah harap kamu juga punya waktu untuk masa mudamu..." Sang ayah selalu tahu dilema sang putri kecilnya yang sekarang sudah beranjak dewasa. Kirana hanya terdiam. Menatap wajah ayahnya yang sudah mulai menua dan masih saja sibuk bekerja menghidupi keluarga. Kirana merasa iba. "Ayah hanya ingin kamu bahagia nak, jangan pernah merasa terbebani. Nikmati saja masa mudamu selagi belum ada lamaran datang kepada ayah untuk kamu." Canda sang ayah seraya tersenyum kecil di dibalik rasa rindunya karena sang putri lama meninggalkannya pergi ke negeri sebrang. Dia ingin anaknya juga memikirkan kebahagiaannya tanpa mengorbankan masa mudanya. "Ayah tenang aja, Kiran pasti bahagia kok. Selama ayah selalu di sisi Kiran nggak ada alasan lainnya yang bisa buat Kiran sedih.. Lagipula, Kiran pengen ngerawat ayah, nemenin ayah terus pokoknya!" Kirana menggenggam erat tangan sang ayah yang sangat dia sayangi, seraya membalasnya dengan senyuman lebarnya yang sangat manis. Ia hanya tidak ingin ayahnya terus bekerja diusianya yang sudah hampir menginjak 50 tahun. ** Kini Kirana berada di salah satu event tahunan yang rutin diadakan di daerah dekat kompleks rumahnya. Acara yang di prakarsai oleh para remaja seusianya ini memang dikhususkan untuk tujuan kekerabatan. Siapapun boleh hadir dalam acara ini. Dalam rentang usia di atas 20 tahun dan belum menikah. Karena memang tujuan aslinya adalah mempertemukan yang belum berjodoh. Kirana terpaksa datang karena sahabatnya bermain sejak kecil, Dhea, yang memaksanya ikut dalam acara itu. Ditemani Jake gebetan barunya yang juga panitia tetap acara yang notabene di hadiri para jomblowan jomblowati high quality. Mereka sendiri bertemu di acara itu tahun lalu namun baru dekat beberapa bulan belakangan ini. Jake sendiri tenyata adalah teman SMA Kirana. Jadi Kirana merasa tidak sungkan, hanya ditemani Dhea dan Jake saja sudah cukup membuatnya nyaman. Semua wajah yang hadir tampak asing bagi Kirana. Ini pertama kalinya dia mengikuti acara seperti itu karena dia hanya sekali pulang ke Indonesia selama 4 tahun terakhir. Itupun saat hari raya. "Cepat turun ke lantai dansa, Ran!" Dhea menarik Kirana yang masih malu-malu yang masih duduk sendirian karena belum terbiasa dengan keramaian. Di iringi alunan musik band dan kerlap kerlip lampu yang membuat suasananya suitable banget. Para muda mudi semua ikut hanyut alunan ritme musik yang membuat badan ikut berdansa. Kirana terkejut tiba-tiba seorang lelaki menarik tangannya begitu saja menjauh dari lantai dansa. Segera di tepisnya tangan yang menggenggamnya dengan kasar itu. Namun lelaki itu malah memeluk Kirana seperti meluapkan rindu yang teramat dalam pada Kirana. Jake dan Dhea pun terkejut, karena mereka juga tidak mengenal lelaki itu. Kirana memberontak mencoba melepaskan diri dari pelukan lelaki itu. Lelaki asing yang bahkan belum pernah ditemuinya. "Siapa kamu?!! Apa yang kamu lakukan?". Kirana segera menjauhkan tubuhnya setelah terlepas dari pelukan lelaki itu. Dia sangat bingung dengan apa yang dilakukan lelaki itu. Kirana takut, dia memegang lengannya yang ditarik lelaki itu karena terasa nyeri. Lelaki itu menunjukkan raut wajah memelasnya. Sedih. Bahagia. Entah sedikit menangis. Seolah telah menemukan orang tercintanya yang lama hilang. "Aku udah cariin kamu kemana-mana, Ran. Kemana aja kamu selama ini?" "Kamu siapa? Tapi... Maaf aku tidak mengenalmu!". Kirana menatapnya bingung namun ingin tetap bersikap sopan. "Kirana, gimana bisa kamu lupain aku????". Ucapnya dengan sedikit emosi. Kirana semakin bingung. Lelaki itu bahkan tau namanya dan mengapa juga tiba-tiba memeluknya. Dia sama sekali tidak mengenal lelaki itu. Bahkan sangat asing baginya. Jake dan Dhea mendekati Kirana. "Dia siapa, Ran? Kenapa dia tiba-tiba meluk lo??" Dhea pun tidak mengenalnya padahal Dhea selalu tau siapapun yang dekat dengan Kirana "Gue juga nggak kenal sama dia, Dhe.." Netranya kembali menatap lelaki itu. "Maaf.. Tapi mungkin anda salah mengenali orang?" Kirana melempar pertanyaan pada lelaki itu. Lelaki itu mengepalkan tangannya ingin marah karena Kirana yang tidak mengingatnya sama sekali. "Bagaimana mungkin aku nggak kenal sama kamu, Kirana Shafia Rudiatmaja!" "Hah!????" Kirana terkejut dan bola matanya seketika membelalak. Bahkan lelaki itu tau nama lengkapnya. "Siapa sih kamu!!?? Aku aja nggak kenal sama kamu.. Gimana kamu bisa tau nama lengkapku??!" Ucap Kirana lirih. Dia berusaha meyakinkannya agar lelaki itu tidak salah paham. Lelaki itu tersenyum sinis. Merasa dirinya dipermainkan oleh Kirana. Lelaki itu seolah tidak percaya apa yang dikatakan Kirana. "Hah? Bisa-bisanya kamu semudah itu lupain aku, Ran? Padahal tahun lalu, kita bahkan udah tidur bareng pas di Bali!!" Kepala Kirana menggeleng tak percaya dengan apa yang didengarnya. Banyak orang di sana yang melirik mereka sambil berbisik setelah mendengar ucapan lelaki itu padanya. Selama ini dia hanya pernah satu kali ke Bali, itupun saat karyawisata SMP dulu. Lalu bagaimana ceritanya lelaki itu mengenalnya saat di Bali. Pertanyaan itu terbesit dalam benaknya yang berkecamuk. "Tapi aku bener-bener nggak kenal sama kamu. Aku juga belum pernah ke Bali beberapa tahun belakangan ini. Gimana ceritanya aku bisa ketemu sama kamu????" Lelaki itu semakin marah. Wajahnya menunjukkan emosi yang meluap-luap. "Oohh... Benar.. Jadi apa itu sebabnya? Kenapa kamu tiba-tiba ngilang terus ninggalin aku gitu aja???" "Apa lagi maksudmu!?" "Setelah aku bilang kalau aku cuma putra seorang penjual kue kering dan juga penghasilanku yang nggak seberapa itu. Lantas nggak ada alasannya lagi kamu buat tetep sama aku???" Kirana terdiam tidak mengerti, hanya mematung mendengarkan penjelasannya. Air mata lelaki itu mulai mengalir. Emosi yang benar-benar dia pendam seperti meledak begitu saja. "Hentikan aktingmu, Kiran!!" "Tapi aku seriuss...! Aku emang nggak kenal sama kamu!". Ucap Kirana sedikit emosi untuk berusaha membela diri. Jake dan Dea juga tidak mengerti apa yang dilakukan lelaki itu hingga dia mengira Kirana adalah orang yang dia kenal. "Oke kalo kamu udah lupain aku... Tapi kamu akan ingat yang satu ini!" Lelaki itu lantas menarik tangan Kirana hingga jatuh ke pelukannya dan menarik tenguk Kirana dengan tangan kanannya, menariknya hingga tidak ada jarak lagi antara mereka. Lelaki itu melumat bibir Kirana ganas dan menciumnya dalam. Kirana berusaha meronta melepaskan dirinya dari lelaki itu, namun tak berguna karena tenaganya tak mampu mengalahkan lelaki itu. Kirana menangis tak percaya dengan apa yang dialaminya. Lelaki itu mengambil ciuman pertama nya yang sangat dia jaga untuk suaminya kelak. "Hei lo!! Jangan kurang ajar sama temen gue!!" Bruakkk!!! Jake melepaskan tinjunya setelah melepaskan Kirana dari ciuman lelaki itu. Lelaki itu tersungkur ke lantai dengan bibir terluka. Darah segar mengucur dari ujung bibirnya. Dea dengan cepat merangkul sahabatnya. Menjaganya agar tak diganggu lelaki itu lagi. Tak puas, Jake kembali meraih kerah baju lelaki itu dan hendak memukulnya lagi. Tentu, dia tak ingin diam saja melihat sahabatnya dilecehkan. Lelaki itu tersenyum sinis sekilas. Merasa tak terima, lelaki itu bangun dan membalas pukulan Jake yang tak kalah menyakitkan. Teman-teman lelaki itu yang sedari tadi mematung dan hanya menyaksikan, sontak melerai mereka. Namun lelaki itu dengan segera membalas tinju Jake dengan kepalan tanganya yang berapi-api. Jake pun hampir tersungkur karenanya. Segera Dea menarik Jake agar tidak melanjutkan perkelahian ini. Tentu saja kejadian ini membuat perhatian seluruh orang yang hadir tertuju pada mereka. "Ayo, Jake! Kita pulang aja!" Ajak Dea. Dea dan Kirana pun memaksa Jake untuk mundur dan langsung mengajaknya pulang. Dia tidak ingin semakin menjadi perhatian orang-orang yang hadir di sana. Mereka segera meninggalkan lelaki itu yang masih berusaha mengejar Kirana. Mobil Jake segera melaju meninggalkan lelaki itu dibelakang. Lelaki itu tengah menatap mobil yang membawa Kirana menghilang. "Apa dia wanita yang selama ini lo cari, Rey?". Tepukan seorang teman lelaki itu membuyarkan pandangan Rey. Ya, lelaki itu adalah Reyfano. Reyfano Pratama. Lelaki berusia 26 tahun dengan paras tampan itu tidak menjawab pertanyaan temannya yang sedari tadi bertanya-tanya tentang apa yang dia lakukan kepada gadis itu. Dalam fikirannya hanya Kirana. Kemana mobil yang itu akan membawa Kirana. Pikirannya benar-benar kacau. Baru saja dia menemukan gadis yang selama ini dia cari. Tetapi respon dari gadis itu malah sebaliknya. Segera Rey mengambil kunci mobil dalam saku kemeja temannya itu. "Gue pinjem bentar, bro!". Ucapnya seraya berlari ke arah mobil sport hitam yang terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri. Temannya hanya mengacungkan jempol tanpa menjawab sepatah katapun. Dia mengetahui temannya itu ingin segera menyusul mobil yang membawa Kirana pergi dan membiarkannya memakai mobilnya. ** Sesampainya didepan gerbang rumah Kirana. "Makasih banyak ya Jake, Dea... Sorry gara-gara kejadian yang tadi..." Kirana kembali menunduk ke arah Jake dan Dea yang berada di kursi depan, setelah dia keluar dari mobil Jake. "Nggak pa-pa, Ran. Soal kejadian yang tadi juga lupain aja ya! Orang gila gak usah dianggep. Cepetan masuk sana!" Dea menjawab Kirana disertai senyuman Jake yang mengikuti. Mereka paham, sahabatnya itu pasti shock karena kejadian yang menimpanya tadi. "Bye Kiran" "Bye De, Jake. Thanks ya.." Mobil Jake meninggalkan Kirana sendiri yang langsung berpaling menuju ke rumahnya. Belum gerbang terbuka tiba-tiba seseorang menarik tangannya kebelakang hingga membuatnya hampir terjatuh. "Aakh!!" - Bersambung -

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.2K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
14.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.7K
bc

TERNODA

read
199.3K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.2K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
69.9K
bc

My Secret Little Wife

read
132.4K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook