Selamat Datang Duniaku

1166 Words
Aku mulai mengusap layar HP mas Haris. Rupanya Tersandi. Aku tersenyum kecut. Berjalan kearah dapur. Aku ambil kunci di bawah Oven. lalu membuka lemari paling ujung. Kuambil kotak pipih terselip di antara Loyang kue dan peralatan dapur lain. kubawa benda itu kemeja. Membuka bungkus plastik dan tas yang menutupinya. Sebuah laptop dan dua HP didalamnya. Kunyalakan laptop dan sebuah kabel USB kusambung pada HP mas Haris. "Mari beraksi!" Ucapku pelan. Mulai membuka sandi HP suamiku. Tak akan sulit membobolnya. Bahkan dengan HP yang tersambung kelaptop aku bisa dengan mudahnya masuk ke semua akun pribadi suamiku. Satu persatu kubuka akses dari laptopku. semua tak luput dari mata. Aku masuk membuka chat nya dengan perempuan yang bernama Mayang. [Sayang, aku tak sabar menunggu besok] [Aku juga sayangku, Tak sabar melahapmu diatas ranjang] Aku bergidik jijik membaca chat suamiku sendiri. Bahkan denganku, istrinya saja tak pernah Suamiku Seperti ini. [Bagaimana dengan Dina? Apa dia tak curiga ?] [ Dina itu perempuan lugu, dari kampung, Tak akan sampai otaknya berfikir aku macam-macam] Kupicingkan mata, membaca ulang kalimat suamiku. Senyumku menyungging remeh. " Rupanya luguku ini jadi celahmu bermain mas!" Aku membaca kembali pesan demi pesan mesra dilayar. [Baguslah. Kalau mas tau dia jauh dibawahku. Tapi Sampai kapan kita harus sembunyi begini?] [Sabar, aku belum menguasai seluruh harta keluarganya. Dina itu anak tunggal, Orang tuanya tak hanya kaya, tapi jutawan Sayang] [Yaa, kalau tak jutawan, aku sudah mencakarnya habis. Harusnya aku yang ada disampingmu. Bukan perempuan kampungan itu!] [Nanti juga kamu yang punya aku sayang] [Mas Haris Nackulĺ.. Bagaimana kalau malam ini mas ketempatku?] [Kenapa? Sudah tak sabar ya] [Yaa, memang aku selalu tak sabar bertemu denganmu] [Baiklah, akan ku fikirkan cara agar bisa keluar dari rumah] Aku kembali mengeryitkan dahi. Rupanya ada acara malam ini? Aku berusaha menahan gejolak hati yang teramat sakit. Manusia tak ada akhlak... ! Sudah cukup aku membaca pesan itu. selebihnya hanyalah kalimat sampah membahas malam panjang mereka di atas ranjang. Menjijikan!. Aku jadi penasaran seperti apa wajah 'Mayang' itu. Hingga lelakiku seolah memujanya. Aku mulai membuka galeri. Terbagi beberapa folder. Tapi yang paling menarik mataku. sebuah folder bertuliskan "MILIKKU" ku 'klik' folder itu, kini terpampang begitu banyak dilayar. Foto Menjijikan mereka. Bagai duniaku runtuh seketika. Perempuan dengan rambut tergerai bersembunyi dibalik selimut dengan lelaki yang masih bersetatus 'Suamiku'. "Mala !" Ucapku bergetar. Perempuan yang bercumbu dengan suamiku adalah Malah, Sepupuku sendiri. Netraku memanas, kala foto suamiku bercumbu dengan perempuan yang bahkan sudah seperti adik kandungku. Kini tepat didepanku, gambar mereka berzina begitu nyata. Bahkan mereka mandi bersama dalam satu bathup pun masih sempat di abadikan. Ketegaran yang coba kubangun runtuh seketika. Tubuhku luluh kelantai, Menangis sekuat tenaga, menumpahkan segala rasa yang tak dapat dibendung lagi. Beberapa saat Jiwaku seperti lepas dari raga. Bahkan sempat kurebahkan tubuh dilantai dapur, aku masih meraba apa yang sedang kuhadapi ini?. Mendapati Mas Haris selingkuh, meski nyeri menusuk, namun masih dapat aku kendalikan. Tapi mendapat kenyataan bahwa perempuan itu adalah sepupuku sendiri, tak pernah terbayangkan. Beberapa saat bergelut dengan segala rasa yang kupendam, perlahan kuhapus air mataku. Aku berdiri, kembali fokus melihat layar. Terkadang aku masih sesegukan. Aku putuskan menyalin semua data suamiku. tak sangup lagi melihat lebih banyak gambar laknat itu, segera kumatikan laptop. Kusembunyikan lagi laptop dan satu HP ketempatnya. Satu HP lain kubawa. karena setelah ini, permainan akan aku mulai. Kuletakkan lagi HP Mas Haris disaku celananya. Aku duduk didepannya lalu menyalakan Hp ditanganku. Aku mulai masuk kesebuah situs rahasia. "Hay tim.." Begitu Voice not kukirim. Tak lama berselang Pesan demi pesan berondongan masuk. Aku tersenyum. "Cepat sekali" Ucapku lalu membaca satu demi satu pesan. Rose [Queen ? Waw !!] Sky [Queen? Are you come back??] Rock [Queen! OMG!! mimpi apa gue!!] Black [Hay Queen!] King J [Ada pekerjaan baru?] Rock [Tanyakan kabarnya dulu, kamu main tembak saja] King J [haha... Aku rindu bermain kawan] Aku hanya tersenyum membaca pesan mereka. Ya, begitulah kami saat sudah saling terhubung. Sebelumnya, perkenalkan dulu. Namaku Dina Arleta. aku lebih dikenal dengan nama Queen dalam dunia Cyber. Kami punya satu tim dengan nama DreamNet. Team Cyber yang kami bentuk tujuh tahun lalu. Awalnya, aku yang mencintai dunia game, mengumpulkan beberapa orang dengan hoby yang sama untuk mengikuti beberapa turnamen. Seiring waktu, team kami berkembang, kami yang dari berbagai latar belakang namun mencintai dunia cyber, akhirnya mengembangkan program Cyber security. Hingga saat ini bahkan program kami terus dikembangkan dan masih digunakan beberapa lembaga dunia, tentunya dengan rahasia. Ya, kami bekerja secara rahasia. Tak ada lisensi resmi, atau kontrak jelas. Bahkan tak pernah ada satupun dari penguna jasa kami, tau identitas, atau bertemu dengan kami. Karena itu mereka menyebut kami 'Cyber bayangan'. Kami termasuk kategori 'Grey hat' kala itu. Kami pernah secara rahasia membobol beberapa situs pemerintahan, Mencuri data sebuah perusahaan besar atau meretas dan merusak sebuah sistem keamanan. Atau berusaha meretas sistem keamanan perusahaan besar dan melaporkanya, maka timbal balik bayaran dengan nominal diatas enam digit bisa kami miliki. Namun, sejak dua tahun terkahir, kami hanya fokus mengembangkan cyber security. Menjualnya pada perusahaan pengguna jasa kami. Dan memastikan data mereka aman dari cyber crime. Tak sulit, Kami bekerja dengan Enam orang dalam time yang kuat. Bahkan meski berbeda daerah, latar belakang, pekerjaan, Kami masih bisa bekerja dalam satu team. Dan demi menyandang gelar 'istri', Kutinggalkan semua pekerjaaanku dan menikah dengan mas Haris. Suami pilihan keluarga besar Bapak. Dengan berat hati, kulepas semua pencapaianku, dan mengabdikan diri menjadi Nyonya Haris. Aku tak bisa mengatakan bahwa aku bergelut dalam dunia cyber pada Mas haris, Atau mengatakan aku seorang hacker? Selama enam bulan pernikahan, aku belum bisa mengatakannya . Aku masih menunggu waktu yang tepat. Namun sepertinya, rahasiaku akan kusimpan sendiri untuk waktu yang belun kutahu. Kuketik kembali sebuah pesan. [Besok bisa bertemu? Aku punya tugas untuk kalian. Lebih tepatnya aku meminta bantuan] Sky [Oke...] Rock [Tercatat Queen] King J [Jangan tanya bisa atau tidak Queen, Kami pasti bisa!] Rose [Aku Siap !] Rose mengirim foto sebuah tiket. Black [Aku juga... Tapi, seperti biasa] Rose [Apa wajahmu penuh belatung Black? Sampai hari ini tak pernah ada yang tau siapa kamu?] King J [ Mungkin kau Alien Black? Mengingat begitu jenius nya kau memecahkan sandi?] Sky [ Jangan konyol King! Jika Black Alien, Kuharap kita punya pesawat UFO] King J [hahaha... Mungkin kita retas akun Black] Sky [Jangan! Programmu akan terserang banyak virus] Rose [Hahahahaaaa.... Seperinya kau pernah coba sky? Bodoh !] Black [Maaf Kawan... Begitulah cara kerjaku] Rock [Tak masalah Black, Jangan dengarkan gurauan mereka] Rose [Aku bercanda Black, Tapi sungguh setampan apa dirimu?] Aku hanya tersenyum. Tak menjadi masalah akan sikap Black. Karena sepanjang kamu kenal satu dan lainya. Di jujur, beretika, bertanggung jawab, meski tak pernah mau membuka siapa dirinya. Bagiku kinerjanya sangat memuaskan. itu saja cukup. Pribadinya bukan hakku untuk mengatur. Kuketik lagi sebuah pesan. Memgahiri perdebatan dan ejekan mereka pada Black. [Thank you... Sampai Jumpa besok my team] Kumatikan HP ini, lalu membawanya kedapur, menaruhnya diantara tumpukan mie instan dan bumbu instan. Disinilah tempat teraman, Mas Haris tak akan pernah memeriksa apapun disini. "Selamat datang didunia nyataku Mas Haris sayang" Bersambung....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD