Malam Panjang

878 Words
Aku menunggu suami tercintaku bangun. Memasak semua makanan kesukaannya, memakai gaun terindah malam ini. Dan menyalakan lilin beraroma disetiap sudut ruangan. Saat kulihat tubuh itu mengeliat bangun, Kupasang senyum termanis mendekatinya. "Capek sekali mas? Sampai tertidur begitu lama?" "Iyaa, jam berapa ini?" Mas Haris memijat pelipisnya sendiri. "Sepuluh malam?" "Sepuluh? kau tak membangunkan aku Dina?? lima jam lebih aku tertidur dan kau diam saja?" "Lantas aku harus apa mas? Aku sudah coba membuatmu bangun, tapi kamu bilang 'Jangan ganggu aku' heem ?" Aku mencoba membela diri. Meski kuragu ini tak akan meredam kesalnya padaku. Tapi aku tetap berjalan dengan anggun kearahnya. "Jangan konyol ! Kamu sedang apa ? Kenapa rumah begitu gelap?" Matanya menyisir ruang tengah rumah kami. " Aku hanya ingin memberimu waktu spesial mas, sebelum kamu berangkat keluar kota" Ucapku manja berdiri didepanya. Tak akan kubiarkan kamu menemui gundikmu itu mas. Kupasang Pose sepanas mungkin. Dengan tubuh jenjangku, aku mengoda Mas Haris. Mas Haris nampak tak berkedip, sesekali kulihat ia mengatur nafasnya, bahkan menelan salivanya sendiri. Jelas saja tergoda, aku dengan penampilan tak biasa, memperlihatkan lekuk tubuhku, dan sengaja kupilih gaun dengan belahan nyaris ke pangkal paha. Mudah saja membuat mata murah Mas Haris seakan lepas dari tempurungnya. Jika mala dengan tinggi hanya sebatas pundakku dan kaki pendeknya saja bisa membuatmu seperti cacing tersiram garam. Bagaimana kamu tak tergoda denganku mas? Mas Haris tersenyum, lalu berjalan mendekatiku. Mencium bibirku lembut. Lalu mengendongku duduk diatas meja. "Dengar sayang, Mas sudah terlambat. Kamu tau, Mas harus bergegas " ' Bergegas menemui Jalang itu mas?' ucapku dalam hati. Kupasang wajah berkaca-kaca. Menatapnya sendu, seolah aku berharap ia tak akan pergi. "Mas bilang akan berangkat besok?" Kupukul dadanya pelan. Jika saja bisa, sudah kuhujamkan mata pisau disana! "Ia, tapi mas ada janji keluar sebentar" Mas Haris masih menatapku. Tangannya sibuk mengusap punggungku. Bila tak ada penghianatan ini, mungkin bagiku, suasana ini bisa melukuhkan segala rasaku. Namun kali ini, rasa jijikku bahkan lebih besar mendominasi. Membayangkan suamiku berbagi peluh dengan perempuan lain saja, sudah membuatku mual. "Kamu cantik sekali Dina..." Ucapnya lembut, lalu mendekapku. "Mas, aku sudah masak untukmu. Bisakah mas makan dulu? " Ucapku berusaha melepas dekapannya. Berharap ingin menyentuhku lebih dekat, Mas Haris memilih menuruti kataku duduk dikursi makan. "Kau tak makan?" "Aku tak ingin lipstikku rusak sebelum memuaskanmu mas" Aku tersenyum nakal padanya, dia tertawa dan melihatku tanpa kedipan. Aku sodorkan makanan kesukaanya. Udang saus padang dan cumi asam manis, ayam bumbu kecap. Hah, semua terlihat nikmat, Tentu saja dengan bumbu rahasiaku. "Malam ini akan jadi malam panjang untukmu suamiku sayang" Ucapku dalam hati. Sembari mengamati lelaki penghianat ini menikmati santapan malamnya. "Ini enak sekali Din. Kamu pandai sekali menyenangkan suami" Aku hanya tersenyum menangapinya. Miris sekali, aku pandai menyenangkan Suami? hah, kau masih saja mencari batu kali diluar. Dasar laki-laki murahan! Selesai makan, kutarik Mas Haris menaiki tangga menuju kamar kami. Disana sudah kutata secantik mungkin. Bunga mawar, lilin, spray mewah. Seperti malam pertama kami. "Apa ini hari spesial sayang?" Mas Haris bertanya sambil mengamati kamar kami. "Spesial untukmu mas!" Aku mengusap dadanya perlahan. Dengan cepat Mas Haris menarikku keatas ranjang, saat hendak mendekatiku, melerakkan bibirnya dipundakku dan... "TUUUTTTT! BRuuTuuttt.." Bunyi 'BOM' dari Mas Haris terdengar nyaring. "Dina, tunggu ya, mas kekamar mandi sebentar" Aku tersenyum memandang lelakiku berlari kekamar mandi. Segera kubuka semua jendela. Menyalakan AC agar gas racun ini segera keluar. Apa begini bau kentut penghianat? Bangkai saja kalah menusuk!. Kukibas tanganku sendiri, menolak masuk racun ini keparu-paruku. Bergegas aku berlari membuka pintu kebalkon. Menghirup udara tanpa kontaminasi. Segarnya Tuhan ! Setelah kurasa aman, Segera saja kuganti pakaian dengan baju tidur. Mengusap bibirku dengan tisu basah, menjijikan sekali membiarkan bibirnya menempel tadi. Dia bayangkan akan bercinta denganku? Jangan mimpi Ferguso! Malam ini, jadi malam panjang untukmu seorang saja mas, aku memilih tidur dengan nyenyak. Aku Membuka HPku, Melihat pesan yang sudah kuretas dari HP mas Haris. Tampak Mayang, ah... Mala, ah... jal*ng murah itu mengirim pesan beberapa kali. Aku tersenyum. Mencari HP Mas Haris dan mematikanya. "Maaf jal*ng kecil, lelaki murahku sedang bercinta dengan takdirnya disini!" Ucapku pelan lalu keluar kamar. Sempat kudengar beberapa kali bunyi musik alam mas Haris dari dalam stereo Pribadinya. Aku berjalan cepat menuruni tangga, menuju dapur. Membuang semua hidangan di meja. mencuci piring dengan cepat dan menganti hidangan yang sama, dengan piring yang baru kucuci. Aku duduk menikmati makananku. Sambil sibuk melihat Video disalah satu aplikasi. Tak berapa lama, korbanku turun dari tangga. "Mas baik-baik saja?"Kupasang wajah khawatirku. "Entah lah din, perutku tak nyaman" "Aku sudah buatkan minuman hangat" aku beranjak mengambil teh hangat dimeja dapur. meletakkanya didepan mas Haris. "Din, apa makanannya tidak bersih? Mas Sudah tiga kali buang air!" Mas Haris menyesap teh hangat buatanku. Aku pasang wajah tak sukaku. Aku kembali duduk dikursi makan. "Maksud mas aku tidak membersihkannya sebelum dimasak?" "Bukan! Mungkin saja kamu salah memasukkan apa atau bagaimana?" " Mas lihat! Nih.. Aku makan!" Ucapku sambil menjejelkan beberapa sendok makanan kemulutku. Aku mengunyahnya puas. Memang masakanku nikmat, dan aku sangat lapar. "Nanti kamu sakit perut juga din!" " Mas mau bilang sakit perut gara-gara makananku? Aku makan semua mas, kalau aku juga sakit perut, silahkan Mas Marah! Jangan minta lagi makanan ini !" Aku lanjutkan makanku sambil menahan tawa. Sebab Mas Haris sudah berlari lagi kekamar mandi di bawah tangga. "Malammu sangat panjang mas" Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD