Bab 21: Omong Kosong

1292 Words

Malam ini, Tuan dan Nyonya Krisbiantoro pulang larut malam. Mereka sering berpindah tugas ke luar kota atau bahkan terbang ke Indonesia untuk memeriksa perusahaan mereka di sana. Benar-benar workaholic. Langit kota Roma tampak cerah dengan milyaran bintang di sana. Aku tersenyum memandang salah satu bintang yang kuanggap paling besar di antara yang lainnya, sambil duduk di ayunan dan memakan pizza Bianca, pizza dengan topping minyak zaitun, garam, dan rosemary. Benar-benar lezat. Sepertinya aku telah jatuh cinta pada semua pizza di Italia. Monsieur Ale datang menemuiku dengan senyuman ramah di wajahnya. Langsung saja ia kusilakan duduk di ayunan sebelahku. Tetapi, ia menolak. Ia merasa sungkan. Namun, setelah kupaksa beberapa kali, akhirnya ia menurut. Aku membagi pizzaku padanya. "Ada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD