Bab 20: Mencari Teman di Saat Sedih Itu Susah

989 Words

"Selamat pagi, Signorina." Patty dan Pia menyambutku ketika melewati meja makan. "Tidak makan dulu, Signorina?" Aku menggeleng lemah. Kepalaku sedikit pusing, sehingga nafsu makan juga berkurang. Hampir semalaman aku tidak bisa tidur karena bayang-bayang Abry masih menghantui. "Signorina terlihat tidak sehat. Ada apa, Nona?" Pia tampak khawatir. "Tidak apa, Pia. Aku harus segera berangkat." Aku tersenyum simpul pada Pia. Pia mengangguk, kemudian ikut mengantarkanku keluar rumah. Sebenarnya, aku ingin menanyakan apakah Rio sudah berangkat, tetapi untuk apa? Toh, gara-gara dia hubunganku dengan Abry berantakan. Entah apa alasannya membawa Abry ikut ke acara barbeque yang jelas-jelas ada aku di sana. Mobil silver sudah bertengger manis tepat di depan gerbang rumah. Aku terdiam. Mobil si

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD