Perubahan Sikap Bang Rindang

1030 Words

POV KEMUNING Malam beranjak larut. Jam telah menunjukkan pukul 21. 06. Tapi Bang Rindang masih belum juga pulang. Aku jadi khawatir meski harusnya aku tidak merasakan itu. Bang Rindang itu sudah dewasa dan bukan anak kecil lagi sehingga pantas untuk dicemaskan. Lagian, Bang Rindang pergi ke kontrakan Hamid bukan ke tempat yang tidak aku ketahui. Biasanya kalau dua sahabat sudah bertemu akan langsung mencair dan keasyikan mengobrol sehingga lupa waktu. Mungkin, Bang Rindang juga seperti itu. Lupa dengan waktu karena terlalu asyik mengobrol dengan Hamid. Aku membuang praduga yang tidak-tidak jauh-jauh dan kembali menunggu kepulangan Bang Rindang sembari membuka-buka buku pelajaran muridku. Meskipun sudah menjadi seorang guru, aku merasa masih harus terus belajar. Dan hal ini adalah sesuat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD