"Hai, Hamid! Kedatanganmu sudah aku tunggu," sapa ramah Siska. Wanita yang masih cantik di usia yang tidak lagi muda itu melangkah mendekati Hamid. Keduanya berjabat tangan sebelum akhirnya Siska duduk di sofa depan Hamid. "Bibi tidak ke rumah sakit?" tanya Hamid langsung. Saat ini kondisi Yusuf menjadi prioritasnya. Yusuf adalah satu-satunya keluarga yang masih dia punya dan tentu harus dia jaga. "Ada ponakan Tante yang mengurusnya. Lagian pamanmu meminta bibi pulang agar bisa menyambutmu. Dia senang sekali kamu akan tinggal di rumah ini." Siska mengedarkan pandang ke sekeliling mencari sesuatu. "Koper kamu, Mid?" Hamid tersenyum kecil. "Aku belum bawa koper bi. Koperku masih di hotel." "Lho, kenapa? Pamanmu sudah menyuruh kamu tinggal di rumah ini hari ini bukan?" "Aku tadi cek dulu

