Klak. Hamid membuka pintu kamarnya dengan wajah lesu. Dengan langkah lesu juga dia masuk ke dalam kamar dan kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidurnya yang empuk. Tubuhnya lelah seharian mengajar di kampus. Tapi ketika mendengar cerita dari Kemuning, bukan hanya tubuhnya yang lelah, tapi juga pikirannya. Ke-mu-ning. Satu nama yang sejak bisa bermain sudah ada dalam benaknya. Kemuning adalah teman bermainnya yang pertama hingga SMA. Dulu orang-orang menyebut mereka seperti perangko. Kemana-mana selalu bersama. Hanya ke toilet saja yang tidak. Hamid merasa enjoy saja berkumpul dengan teman-teman ceweknya Kemuning begitu pun dengan Kemuning yang biasa saja ikut kumpul dengan teman-teman cowok Hamid. Bahkan baik teman Hamid ataupun Kemuning tak pernah mempersoalkan itu. Mereka se

