Demi Kebahagiaan Kemuning Dan Rindang

1127 Words

Deg. Mendengar apa yang dikatakan oleh Hamid barusan, Rindang langsung bangun dari baringnya. “Rindu? Rindu bagaimana, Hamid? Apa kita perlu bertemu?” “Ya…rindu biasalah, bang. Rindu seorang adik kepada kakak angkatnya atau rindu seorang sahabat kepada sahabatnya.” Rindang menghela nafas panjang. Dia menyadari Hamid adalah sahabat terbaik yang pernah dia miliki. Bahkan sangking baiknya, Hamid rela menahan sakit agar dia bahagia. Padahal jika Hamid mau, pria itu bisa jujur kepadanya sebelum dia menikahi Kemuning. Jika saja Hamid jujur sejak awal, meski dia sudah jatuh cinta kepada Kemuning, maka dia akan merelakan Kemuning untuk Hamid. “Hamid…” “Ya, bang.” “Cobalah untuk membuka dirimu. Jangan selalu menahan apa yang kamu rasakan. Jika ada yang ingin kamu sampaikan, maka sampailah. Ji

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD